JawaPos.com - Dalam penggeledahan dilakukan di di rumah mewah Sean Diddy Combs atau P Diddy di Miami, Florida dan Los Angeles, California, pada Maret 2024 lalu, ditemukan sekitar 1.000 botol pelumas baby oil yang kabarnya digunakan untuk aktivitas seksual.
Dilansir dari Mirror, pengacara P Diddy, Marc Agnifilo, membenarkan adanya temuan tersebut. Kendati demikian, dia menyebut jumlahnya tidak mencapai 1.000 botol pelumas meski diakuinya jumlah yang ditemukan di rumah kliennya memang dalam jumlah cukup besar.
"Saya kira jumlahnya tidak sampai 1.000. Saya kira jumlahnya banyak. Maksud saya, ada Costco di ujung jalan. Saya kira orang Amerika (biasa) membeli dalam jumlah besar, seperti yang kita ketahui," ujar pengacara P Diddy kepada The New York Post.
Dia pun tak menampik adanya aktivitas seksual dilakukan P Diddy. Sang pengacara menggaris bawahi hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka, bukan dilakukan dengan pemaksaan.
"Anda tahu orang-orang dewasa yang suka sama suka melakukan apa yang dilakukan orang dewasa yang suka sama suka. Anda tahu, kita tidak boleh bersikap terlalu puritan di negara ini dengan berpikir bahwa seks adalah hal yang buruk karena jika itu buruk, tidak akan ada lagi orang," imbuhnya.
P Diddy ditangkap dan ditahan sejak 16 September 2024. Dia dituding melakukan transaksi seksual, terlibat dalam prostitusi, dan melakukan pemerasan setelah sejumlah korbannya membuat pengaduan.
Salah satu wanita yang menjadi korban dari kebejatan P Diddy adalah anak yang masih di bawah umur. Rapper asal Amerika Serikat itu kabarnya terlibat dalam skandal ini selama sekitar 30 tahun dan dia berhasil membungkam korban-korbannya.
P Diddy didakwa dengan kasus yang serius, pengacaranya berusaha melakukan pembelaan dengan menyebut kliennya tidak pernah terlibat dalam kejahatan itu. Pengacaranya menggambarkan P Diddy sebagai 'orang yang tidak bersalah dan tidak punya sisi gelap apa pun untuk disembunyikan.'