JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan lonjakan harga minyak dunia yang kembali menyentuh angka USD 100 per barel tidak akan membahayakan untuk anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Indonesia.
“Tapi nggak membahayakan APBN sendiri karena keadaan ini bukan keadaan baru kan,” ujar Purbaya kepada wartawan, Jumat (24/7).
Ia mengatakan, pergerakan harga minyak ke level tersebut bukan hal baru bagi pemerintah Indonesia. Karena itu, pemerintah memiliki pengalaman untuk menyesuaikan kebijakan anggaran, sebagaimana yang telah dilakukan beberapa bulan lalu.
Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Merasakan Ketertarikan di Kencan Pertama Tidaklah Penting Menurut Psikologi
“Balik seperti sebelumnya kan, kita asumsikan kan USD 100 asumsikan USD 100 (per barel) kan, berarti keadaan ini bukan berarti hal yang baru untuk kita, jadi bisa kita adjust lagi nanti anggarannya seperti sebelumnya. Jadi nggak kaget lah,” ujarnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi APBN masih kuat di tengah kenaikan harga minyak, Purbaya menjawab bahwa kondisi fiskal masih tetap terjaga.
Meski demikian, ia mengakui ruang fiskal pemerintah menjadi lebih terbatas apabila harga minyak kembali bertahan di level tinggi.
Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Memberi Nasihat Justru Bisa Membuat Seseorang Merasa Lebih Buruk Menurut Psikologi
"Tadinya kan ketika harga minyak turun saya pikir ada ruang untuk nambah belanja ke daerah dan lain-lain, termasuk kementerian dan lembaga. Artinya sekarang kalau balik lagi ke situ, ya ruangnya semakin terbatas saja," pungkasnya.