JawaPos.com — Indonesia masih menjadi salah satu pasar yang menarik bagi pelaku usaha dan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5% pada 2026, sementara pertumbuhan tetap ditopang oleh permintaan domestik yang relatif kuat.
Di tengah peluang tersebut, perusahaan yang ingin masuk atau memperluas bisnis di Indonesia tetap membutuhkan pemahaman terhadap kondisi pasar lokal, koneksi dengan mitra yang relevan, serta hubungan bisnis yang dapat mendukung kerja sama jangka panjang.
Baca Juga: Pemerintahan Trump Kecam Ford atas Kerja Sama Bisnis dengan Tiongkok
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Yellow Stone Management Pte Ltd memperluas jaringan bisnisnya di Indonesia. Perusahaan berbasis advisory di Singapura tersebut mengembangkan koneksi dengan calon klien dan mitra strategis untuk membuka peluang kerja sama antara perusahaan Indonesia, Singapura, dan kawasan Asia Tenggara.
Direktur Yellow Stone Management Xu Zhentao dalam keterangan tertulisnya mengatakan, Indonesia memiliki banyak perusahaan dengan potensi pertumbuhan, tetapi tantangannya adalah menghubungkan potensi tersebut dengan peluang dan jaringan yang tepat.
Baca Juga: Pamerindo Targetkan 70 Ribu Pengunjung di IEE Series, Transaksi Bisnis Tahun Lalu Rp 1,4 Triliun
“Indonesia memiliki banyak perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang kuat. Tantangannya sering kali bukan pada potensi itu sendiri, melainkan bagaimana menghubungkan potensi tersebut dengan peluang dan jaringan yang tepat,” ujar Xu Zhentao.
Menurut Xu, pengembangan bisnis lintas negara tidak cukup hanya mengandalkan jaringan atau kontak. Perusahaan juga perlu memahami karakter pasar, menemukan mitra yang sesuai, dan membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
“Ketika sebuah perusahaan memasuki pasar baru, mereka perlu memahami lingkungan pasar, mengidentifikasi calon mitra yang relevan, serta membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan. Konektivitas memang penting, tetapi pada akhirnya harus menghasilkan peluang bisnis yang nyata,” jelasnya.
Baca Juga: Pendapatan Premi Tumbuh 18,85 Persen, Bisnis Asuransi Jiwa Makin Kokoh
Xu melanjutkan, jaringan yang dikembangkan pihaknya mencakup aktivitas seperti business matching, identifikasi mitra strategis, pendampingan masuk pasar, serta penjajakan proyek lintas negara.
Pendekatan tersebut dilakukan dua arah. Perusahaan Singapura dapat memanfaatkan jaringan lokal untuk mengeksplorasi pasar Indonesia, sementara perusahaan Indonesia dapat menggunakan basis dan jaringan regional Yellow Stone Management di Singapura untuk membuka peluang bisnis di luar negeri.
“Kami tidak melihat ini sebagai hubungan satu arah. Kami ingin perusahaan Indonesia mendapatkan manfaat dari jaringan dan koneksi yang kami kembangkan, sekaligus menciptakan peluang bagi perusahaan Singapura untuk lebih memahami dan berinteraksi dengan pasar Indonesia,” kata Xu.
Ke depan, lanjutnya, mereka menargetkan penguatan aktivitas komersial di Indonesia dengan membangun jaringan yang tidak hanya menghasilkan perkenalan bisnis, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi kerja sama komersial jangka panjang.