← Beranda
Harga Minyak Tembus 100 Dolar, Menkeu Purbaya Jamin Defisit APBN Aman
Djati WaluyoJumat, 11 September 2026 | 01.31 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah masih memiliki ruang cukup untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia yang kembali menyentuh angka USD 100 per barel.

Sebagaimana diketahui,kontrak berjangka minyak mentah Brent mencapai 101,75 dollar per barel pada Rabu (8/9) pagi.

“Cukup seperti yang kita hitung sebelumnya. Kan kita sekarang dengan asumsi pada waktu itu 2,8 persen itu asumsi USD 100 per barrel. Walaupun turunin sedikit, kan rata-rata sekarang masih di bawah USD 90 kalau nggak salah harga minyak dunianya yang kita bayar untuk asumsi APBN itu. Jadi masih ada ruang,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis (10/9).

Baca Juga: Ramalan Shio Jumat 11 September 2026: Tikus, Ular, Anjing, Kerbau, Naga, Ayam

Purbaya mengatakan, pemerintah masih dapat mengatur anggaran apabila kenaikan harga minyak tersebut bertahan pada level saat ini.

Pasalnya, kenaikan harga minyak dunia saat ini masih berada dibawah kondisi ketika awal pecahnya perang antara Iran dan Amerika Serikat yang menyentuh level diatas USD 120 per barel.

“Kita akan atur anggaran kita tetap berkesenambungan dengan defisit tetap ditekan di bawah 3 persen. Sekarang aja defisitnya baru 0,91 Juli Agustus 0,95 lah nggak naik banyak. Kalau diabsorb di APBN kan enggak,” ujarnya.

Baca Juga: Dito Ariotedjo: Tak Ada Yaqut Qoumas dalam Pembicaraan Awal Tambahan Kuota Haji dengan Arab Saudi

Dia menambahkan, dampak kenaikan harga minyak dunia dapat lebih terasa pada jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Sementara itu, masyarakat yang menggunakan BBM bersubsidi seperti Pertalite masih mendapat perlindungan dari pemerintah.

“Sebagian mungkin yang Pertamax kita akan terkena, tapi kan masyarakat umum yang umum yang pakai Pertalite kan masih disubsidi,” ucapnya.

EDITOR: Bintang Pradewo