JawaPos.com - Sektor pariwisata di Indonesia masih memiliki daya tarik sendiri bagi pelancong dari dalam maupun luar negeri.
Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat jumlah kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri mencatatkan trend positif pada Juli 2026 jika dibandingkan dengan Juli 2025 atau year on year (yoy).
“Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan, atau naik 2,95 persen dibanding Juli 2025,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9).
Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Sikap Micromanaging Membuat Pasanganmu Menjauh Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?
Ateng mengatakan, angka kunjungan wisman kumulatif selama Januari-Juli 2026 menyentuh 8,98 juta kunjungan, atau meningkat 5,23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (ctoc).
Ia menjelaskan, pada Juli 2026 mayoritas kunjungan disumbang oleh pemegang paspor Malaysia atau 15,00 persen, diikuti oleh Australia sebesar 12,34 persen, dan Tiongkok sebesar 10,28 persen.
Sementara itu, untuk BPS turut melaporkan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juli 2026 yang mencapai 107,44 juta perjalanan. Angka tersebut naik 7,23 persen dibanding Juli 2025 (y-on-y).
“Sepanjang Januari-Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 737,85 juta perjalanan, naik 3,34 persen (c-to-c),” ucapnya.
Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Memberikan Pilihan Hadiah Ulang Tahun untuk Pasangan Bikin Kurang Spesial
Peningkatan Jumlah Penumpang Transportasi
Ateng mengatakan selama Juli 2026, terjadi peningkatan keberangkatan penumpang pada beberapa moda transportasi dibandingkan Juli 2025. Kenaikan tertinggi terjadi pada angkutan laut domestik sebesar 8,26 persen menjadi 3,19 juta penumpang.
Jumlah penumpang angkutan penyeberangan (ASDP) naik 4,30 persen menjadi 4,62 juta penumpang, diikuti jumlah penumpang angkutan kereta yang naik 4,03 persen menjadi 52,12 juta penumpang.
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara internasional turun 2,67 persen menjadi 1,78 juta penumpang, dan jumlah penumpang angkutan udara domestik turun 8,28 persen menjadi 5,01 juta penumpang.
BPS juga mencatat jumlah barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik mencapai 46,01 juta ton, naik 9,30 persen yoy pada Juli 2026. Kenaikan juga terjadi pada angkutan kereta sebesar 4,71 persen menjadi 6,53 juta ton.
Sementara itu, jumlah barang yang diangkut melalui angkutan udara domestik turun 12,77 persen menjadi 50 ribu ton.