← Beranda
Saat Lamine Yamal Juara di Usia 19 Tahun, Husein Jafar Sindir 19 Juta Orang Menunggu Kerja
Dimas ChoirulSenin, 20 Juli 2026 | 21.38 WIB
Akun Instagram @husein_hadar, Husein yang mengunggah foto Yamal yang mengenakan jersey tim nasional Spanyol. Ia kemudian menuliskan caption bernada satire yang langsung menarik perhatian warganet/(Ig: @husein_hadar).

 

 

JawaPos.com – Pendakwah muda Husein Jafar Al Hadar melontarkan sindiran sosial melalui unggahan Instagram pribadinya usai final Piala Dunia 2026. Dalam unggahan yang menampilkan pesepak bola muda Spanyol, Lamine Yamal, Husein menyinggung persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.

Melalui akun Instagram @husein_hadar, Husein mengunggah foto Yamal yang mengenakan jersey tim nasional Spanyol. Ia kemudian menuliskan caption bernada satire yang langsung menarik perhatian warganet.

“19 Tahun, Juara Dunia di lapangan hijau. Kita, 19 juta masih nunggu lapangan kerja,” tulis Husein dalam unggahan tersebut, Senin (20/7).

Unggahan itu mendapat respons luas dari warganet. Hingga delapan jam setelah diunggah, postingan tersebut telah memperoleh lebih dari 217 ribu tanda suka dan ribuan komentar.

Sejumlah warganet menilai caption tersebut menyentil realitas yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Caption nya minta di usir,” tulis akun affanoct, bernada canda.

Komentar lain datang dari akun anisyahrnwti yang menilai unggahan tersebut terlalu jujur.

“Bib jujur bgt pagi2, btw cheerss for spain, spain layak," tulisnya.

Sementara itu, akun bangyo22__ menyebut sindiran Husein tepat menggambarkan kondisi yang dirasakan banyak orang.

“Captionnya ngena bnget bib,” tulisnya.

Ada pula warganet yang mempertanyakan angka yang digunakan dalam unggahan tersebut. “Ada apa dgn angka 19?,” tulis akun frederiktigabelas.

Di tengah ramainya respons warganet terhadap sindiran tersebut, pemerintah mengklaim terus mendorong penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi.

Data terbaru Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia pada Semester I Tahun 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen (Year-on-Year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia, meningkat 15 persen (YoY).

Angka capaian realisasi investasi ini telah memenuhi 49,5 persen dari target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun. Sedangkan secara triwulanan, pada Triwulan II Tahun 2026 realisasi investasi tercatat sebesar Rp 511,8 triliun, meningkat 7,1 persen (YoY) dan menyerap 742.293 tenaga kerja Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga meskipun dunia masih menghadapi tantangan akibat ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, dan perubahan lanskap perdagangan internasional.

"Di kuartal kedua ini untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir Tiongkok investasinya lebih agresif melalui Hongkong sehingga posisi pertama dari PMA (Penanaman Modal Asing) di kuartal kedua ini ditempati oleh Hongkong dengan USD5 miliar," jelas Menteri Rosan dalam siaran pers yang disampaikan Biro Humas Kementerian Investasi/BKPM, dikutip Senin (20/7).

Realisasi investasi asing pada Triwulan II Tahun 2026 dipimpin oleh Hong Kong, RRT, kemudian disusul Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Malaysia. Kelima negara tersebut berkontribusi sebesar 79,6 persen terhadap total investasi asing yang masuk ke Indonesia. Pada periode ini, realisasi PMA tercatat sebesar Rp 257,7 triliun (50,4 persen), sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 254,1 triliun (49,6 persen).

Dari sisi lokasi investasi, pada Triwulan II Tahun 2026 investasi di luar Pulau Jawa juga tetap mendominasi dengan nilai Rp 256,5 triliun (50,1 persen), sedangkan investasi di Pulau Jawa mencapai Rp 255,3 triliun (49,9 persen). Hal ini menunjukkan semakin meratanya penyebaran investasi di berbagai wilayah Indonesia. Adapun lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta (Rp 94,9 triliun), Jawa Barat (Rp 61,3 triliun), Maluku Utara (Rp 40,2 triliun), Jawa Timur (Rp 40,1 triliun), dan Sulawesi Tengah (Rp 36,6 triliun).

Sementara itu, total realisasi investasi Semester I Tahun 2026, untuk PMA mencapai Rp 507,6 triliun atau 50,2 persen, sedangkan PMDN sebesar Rp 502,9 triliun atau 49,8 persen. Sedangkan dari sisi persebaran wilayah, luar Pulau Jawa mencapai Rp 507,8 triliun (50,2 persen), lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 502,8 triliun (49,8 persen).

Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi Semester I Tahun 2026 masih didominasi oleh Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya, diikuti Jasa Lainnya, Pertambangan, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi, serta Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran.

Hilirisasi Masih Menjadi Motor Capaian Realisasi Investasi

Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi sebagai strategi utama transformasi ekonomi nasional. Pada Semester I Tahun 2026, realisasi investasi sektor hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun atau 29,7 persen dari total investasi nasional. Investasi hilirisasi masih didominasi oleh komoditas mineral, khususnya bauksit, nikel, tembaga, besi baja, dan pasir silika, yang menjadi penggerak peningkatan nilai tambah industri nasional.

"Realisasi investasi di bidang hilirisasi untuk triwulan kedua ini angkanya Rp 152,7 triliun atau meningkat 5,7 persen (YoY), dan total realisasi investasinya ini hampir mencapai 30 persen atau 29,8 persen dari total realisasi investasi di triwulan kedua tahun 2026," ungkapnya.

EDITOR: Estu Suryowati