← Beranda
Purbaya Sebut Restrukturisasi Whoosh Sudah Clear, Tinggal Tunggu Proses Administratif Rampung
R. Nurul Fitriana PutriSelasa, 12 Mei 2026 | 05.00 WIB
Masinis Kereta Cepat Jakarta Bandung saat mengoperasikan kereta cepat pada acara China-Indonesia Friendship Stories Exchange Event di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan keputusan terkait restrukturisasi proyek kereta cepat Whoosh sebenarnya sudah rampung. Namun, hingga kini prosesnya masih tertahan di tahap administrasi antara pemerintah dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Purbaya mengatakan, saat ini Danantara masih mengirimkan surat kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelum nantinya administratif dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Itu kan (restrukturisasi Whoosh) sudah diputusin, nanti ini sedang proses lanjutan ya. Jadi Danantara sedang ngirim surat ke kita, nanti kita balas biar bisa secara administrasi diproses dengan benar. Tapi keputusannya sudah selesai, tinggal dirapikan,” ujar Purbaya dalam Media Briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5).

Meski begitu, Purbaya mengakui bahwa proses administrasi berjalan lambat, bahkan keputusan restrukturisasi disebut telah selesai sejak lebih dari sebulan lalu. Menurutnya, keterlambatan tersebut bukan berasal dari sisi Kementerian Keuangan semata.

“Bukan salah saya kan, Danantara juga lambat. Tapi enggak akan cepat, keputusannya sudah sebulan lebih tuh. Saya juga heran kenapa prosesnya lambat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bendahara Negara ini menegaskan perihal kehati-hatian yang tetap diperlukan agar tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari. Karena itu, seluruh dokumen dan prosedur administratif harus dipastikan lengkap sebelum restrukturisasi dijalankan penuh.

“Iya betul, administrasinya lelet. Tapi keputusannya sudah selesai. Kita sama Danantara sudah clear, cuma dijaga jangan sampai nanti ada proses hukum yang kelewat sehingga kita repot,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah dipastikan akan ikut terlibat dalam penyelesaian utang proyek kereta cepat Whoosh. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria menegaskan, campur tangan negara diperlukan agar operasional dan kondisi finansial Whoosh tetap berkelanjutan.

Menurut Dony, publik tidak perlu terjebak pada mekanisme penyelesaian utangnya, melainkan fokus pada bagaimana Whoosh bisa terus sustain ke depan. Keberlanjutan tersebut mencakup dua aspek utama, yakni operasional dan finansial.

“Jangan terjebak kepada how-nya. Penyelesaian itu bagaimana kemudian Whoosh ini sustain ke depan. Sustain itu baik secara operasional maupun secara finansial,” ujar Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (28/4).

Dony menilai, apabila seluruh beban utang dibebankan kepada operator kereta api, yakni PT Kereta Api Indonesia atau KAI semata, maka dikhawatirkan justru mengganggu keberlanjutan usaha ke depan. Karena itu, pemerintah harus hadir dalam skema penyelesaian tersebut.

“Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api (PT KAI) saja, tentu kereta api tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,” tegasnya.

EDITOR: Estu Suryowati