JawaPos.com - Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, geram menanggapi belum tuntasnya penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Menurutnya, penempatan manajer merupakan kewenangan Kementerian Koperasi dan Kementerian BUMN.
"Nah, segera mereka (dua kementerian tersebut) harusnya memutuskan untuk segera menempatkan dan kami sudah siap untuk menerima 13.000 sampai 15.000 manajer untuk ditempatkan di setiap koperasi yang sudah siap operasi," kata Joao dalam video yang diunggah di akun instagram @bung.joaomota, dikutip Selasa (15/9).
Joao mempertanyakan kendala yang membuat proses penempatan manajer belum segera berjalan. Joao menilai proses tersebut seharusnya dapat dilakukan tanpa menunggu adanya anggaran tambahan.
"Ini kan manajer-manajer ini juga menjadi, akhirnya kan menjadi ramai gitu. Apa sih susahnya (penempatan) gitu? Apa kendalanya gitu?" ujarnya.
"Udah kalau nggak ini kasih aja ke Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya, kami kirim email, kami kirim ini, gampang nggak perlu ada biaya-biaya gitu," sambung Joao.
Joao bahkan mengkritik pola kerja yang menurutnya terlalu bergantung pada ketersediaan anggaran. Dia menilai kondisi tersebut justru dapat menghambat pelaksanaan program.
"Kok, sedikit-sedikit kerja itu harus, selalu harus ada uang dulu baru kerja. Seolah kayaknya tidak ada inisiatif, tidak ada kreativitas dalam bekerja gitu," tegasnya.
"Ini, kerja model apa ini, ini hanya menghambat saja gitu," lanjut Joao.
Menurutnya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan program besar yang membutuhkan dukungan seluruh pihak agar dapat segera berjalan. Karena itu, dia mempertanyakan apabila persoalan teknis justru harus selalu dibawa kepada Presiden.
"Ini, semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden. Apa sih ini kendalanya gitu?" ujarnya.
Joao menilai persoalan penempatan orang seharusnya bukan menjadi hambatan besar dalam menjalankan program tersebut. Dia bahkan mempertanyakan adanya kemungkinan upaya menghambat program secara struktural.
"Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu, kayak saya nggak habis pikir itu, itu ada apa ini? Atau ini malah bentuk-bentuk sabotase gitu," katanya.
"Secara eh struktural gitu. Karena tidak ingin melihat program Presiden yang sangat bagus ini bisa berjalan gitu," pungkasnya.