JawaPos.com - Kepergian ke Tanah Suci pada 13 September 2026 akan menjadi perjalanan yang berbeda bagi 105 Mitra Pengemudi Grab dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya Endang Jayanti dari Makassar, yang berangkat untuk meneruskan kesempatan umrah milik mendiang suaminya.
Endang merupakan istri Sukriadi, Mitra Pengemudi yang sebelumnya memperoleh kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah. Namun, Sukriadi meninggal dunia sebelum dapat berangkat ke Tanah Suci.
Kesempatan tersebut kemudian tidak diberikan kepada orang lain. Endang justru diajak untuk melanjutkan perjalanan yang sebelumnya direncanakan bersama suaminya.
"Saya sangat bersyukur dan terharu bisa melanjutkan kesempatan yang sebelumnya diperoleh almarhum suami saya. Ini memiliki arti yang sangat besar bagi saya dan keluarga. Semoga perjalanan ini juga menjadi jalan untuk membawa doa dan niat baik yang sebelumnya kami simpan bersama," ujar Endang Jayanti saat pelepasan oleh Grab Indonesia di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (12/9).
Bagi Endang, keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan menuju Madinah dan Makkah. Ada kenangan dan niat bersama sang suami yang turut dibawa dalam perjalanan tersebut
Setiap Jamaah Membawa Cerita Berbeda
Endang bukan satu-satunya jamaah dengan cerita personal di balik keberangkatan tahun ini.
Ada pula Fika Chasasmeta, Mitra Pengemudi perempuan asal Jakarta yang selama ini aktif mendampingi teman-teman Tuli serta ikut membangun ruang kebersamaan bagi komunitas tersebut.
"Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini. Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya tentang menunaikan ibadah umrah, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus membawa manfaat bagi orang-orang di sekitar saya. Semoga sepulang nanti saya bisa kembali mendampingi teman-teman Tuli dan berbagi lebih banyak kebaikan bersama mereka," ujar Fika Chasasmeta.
Cerita lainnya datang dari Teguh Amboro, Mitra Pengemudi GrabCar asal Banyumas. Ia baru bergabung sebagai mitra pada awal 2026.
Karena tergolong baru, Teguh sempat mengira kesempatan untuk berangkat umrah lebih mungkin diperoleh pengemudi yang sudah lama bergabung. Ternyata, namanya masuk dalam rombongan yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Tiga cerita tersebut menjadi gambaran kecil dari beragam latar belakang 105 jamaah yang akan berangkat tahun ini. Ada yang membawa harapan keluarga, ada yang ingin kembali melanjutkan aktivitas sosial, dan ada pula yang masih berada di awal perjalanannya sebagai pengemudi.
Berasal dari Berbagai Kota di Indonesia
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan, sebanyak 105 jamaah tersebut berasal dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Makassar, Medan, Kendari, Cirebon, Semarang, Surabaya, Manado, dan sejumlah kota lainnya.
Dari jumlah tersebut, 100 orang ditetapkan sebagai penerima pada 26 Mei 2026. Lima jamaah lainnya merupakan Mitra Pengemudi yang sebelumnya telah memperoleh kesempatan serupa pada Februari 2026.
Program tersebut berlangsung pada 1 April hingga 15 Mei 2026 dan terbuka bagi Mitra Pengemudi roda dua maupun roda empat yang memenuhi ketentuan.
Mekanisme penilaian mempertimbangkan sejumlah indikator aktivitas yang disesuaikan dengan karakteristik operasional di masing-masing wilayah. Dengan demikian, Mitra dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang lebih proporsional.
Sebelum keberangkatan, seluruh jamaah mengikuti kegiatan pelepasan dan manasik di Jakarta pada 12 September 2026.
Pesan untuk Jamaah Sebelum ke Tanah Suci
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan perjalanan umrah memiliki makna yang mendalam bagi umat Muslim.
"Perjalanan umrah memiliki makna yang sangat mendalam bagi setiap umat Muslim. Perjalanan ini bukan hanya menjadi kesempatan untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memanjatkan doa, dan menemukan ketenangan bersama keluarga serta orang-orang terdekat," kata Irfan dalam kesempatan yang sama.
Ia berharap para jamaah memperoleh kesehatan, kemudahan, dan kekuatan selama berada di Tanah Suci sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk.
Para jamaah dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada 13 September 2026. Mereka kemudian menjalankan rangkaian ibadah di Madinah dan Makkah hingga 22 September.
Selama perjalanan, jamaah akan didampingi muthawif dan tim perjalanan.
Seluruh rangkaian kegiatan akan mengikuti ketentuan yang berlaku.