JawaPos.com – Viralnya video penganiayaan oleh ajudan Bupati Kutai Barat (Kubar) kepada seorang sopir truk di sosial media, membuat Bupati Kutai Barat, FX Yapan, panen kritikan dari warganet.
Video yang merekam penganiayaan tersebut, terjadi di Kawasan Kinong, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat pada Rabu (20/12) lalu.
Usut punya usut, konflik tersebut bermula saat rombongan Bupati Kutai Barat baru saja rampung dari sebuah acara, yang kemudian pulang dengan melewati kawasan tersebut.
Baca Juga: Pemkab Jember Cepat Tanggap Tangani Kasus Viral Ibu yang Melahirkan di Jalan Daerah Jember
Di perjalanan, rombongan Bupati Kutai Barat bertemu dengan lima truk angkutan Crude Palm Oil (CPO) kapasitas 15-20 ton. Saat itu, rombongan bupati meminta agar mereka menepi sejenak, lantaran jalan akan dilewati.
Empat truk sudah menepi, namun satu lainnya tidak menggubris dan tetap melaju memenuhi badan jalan. Merasa dihalangi, sang ajudan lantas memberhentikan salah satu sopir truk.
Saat berhenti, sang ajudan langsung menghampiri supir tersebut dan bermaksud menegur. Namun, alih-alih menurut, sang sopir konon juga malah marah-marah kepada ajudan.
Naik pitam, sang ajudan pun lantas memukulnya tanpa pikir panjang. Parahnya, aksi penganiayaan tersebut bahkan juga disaksikan oleh FX Yapan, yang menurut pemberitaan, ia tidak melerai ajudannya yang kalap.
Dalam video yang beredar, sang sopir tampak tak melakukan perlawanan apapun saat ajudan memukulnya. Setelahnya, bahkan, ia terlihat tak berdaya dan lemas, hingga dibopong oleh rekan dan warga setempat.
Video penganiyaan yang seperti direkam oleh sesama sopir itu menjadi viral di sosial media. Bupati Kutai Barat yang sebelumnya kukuh menyalahkan sang sopir, akhirnya mengajukan proses damai dan menyampaikan permohonan maaf.
Baca Juga: Viral Karena Tampar Warga Tangerang, Pesepakbola Egwuatu Godstime Ditangkap
“Karena itu saya atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Kutai Barat, dan atas nama ajudan saya minta maaf karena suatu hal yang tidak seharusnya terjadi,” kata FX Yapan, dilansir dari Antaranews, Jumat (22/12).
Dalam klarifikasinya, Bupati Kutai Barat mengklaim bahwa sebenarnya dirinya sempat melerai aksi penganiyaan itu.
“Saya juga keluar melerai, terus ada kemenakan saya juga keluar melerai. Tapi dia sempat ditendang Daniel (ajudan). Kalau sampai terjadi (kecelakaan) ngga ketemu kita hari ini,” lanjutnya.
Kendati demikian, konflik antara pihak Bupati Kutai Barat dan sopir trus tersebut kini diakui sudah mereda.