JawaPos.com - Ketua Dewan Pengarah Bravo 5, Luhut Binsar Pandjaitan buka suara soal polemik ucapan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara. Menurutnya, video yang tersebar tersebut tidak secara utuh melainkan sudah melalui editing atau perubahan. Sehingga, tidak bisa disimpulkan secara pasti mengenai yang disampaikan oleh Rudiantara saat ada kegiatan bersama pegawai Kominfo beberapa waktu lalu.
"Saya sudah mendengar (polemik tersebut), tapi tidak utuh, melainkan hanya potongan videonya," ungkapnya kepada JawaPos.com disela deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi di De Tjolomadoe, Karanganyar, Minggu (3/2) siang.
Maka dari itu, pihaknya pun harus mengetahui secara utuh mengenai video tersebut. Sehingga, bisa diketahui secara pasti konteks ucapan Rudiantara saat kegiatan yang dihadiri oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.
"Saya tidak tahu atau gimana, nanti saya teliti, apakah itu benar, karena sekarang ini banyak hoax. Dan apakah benar seperti itu (yang sudah tersebar)," katanya.
Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin juga meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk turun tangan untuk mengatasi polemik tersebut. Hal ini ditujukan untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh Menkominfo tersebut bukan sebuah pelanggaran kampanye seperti yang dituduhkan.
"Kami minta Bawaslu untuk tangan, biar semuanya transparan," ucap Direktur Program TKN, Aria Bima. Tetapi, menurutnya apa yang diucapkan oleh Rudiantara bukanlah sebagai bentuk kampanye atau mengajak para ASN untuk memilih paslon nomor urut 01.