JawaPos.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiapkan tiga regu pengamanan khusus untuk gelaran Pilpres 2019. Ketiganya diterjunkan kala calon presiden dan calon wakil presiden berkunjung ke wilayah Jateng.
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, ketiga tim ini adalah regu pengamanan elit yang sangat terlatih dan berpengalaman. "Tadi sudah dilakukan simulasi oleh satu tim. Mulai dari rangkaian kedatangan beliau (capres-cawapres) di wilayah Jateng," ujarnya di Kampus Akpol, Semarang, Selasa (18/9).
Skenario dan prosedur tetap pengamanan saat kunjungan kampanye pun, lanjut Condro, sudah ada. Dimana intinya, selama pelaksanaan bakal ada pergantian shift supaya masing-masing anggota tak terforsir.
“Diawali dengan dua sepeda motor lalu lintas, satu mobil lalu lintas, kemudian sekuriti VIP cadangan, dan berikutnya sampai ambulans. Jadi ada tiga tim secara bergantian, biar bisa beristirahat," imbuhnya.
Pihaknya sendiri secara keseluruhan rencananya menerjunkan sedikitnya 27 ribu pasukan selama gelaran Pilpres juga Pileg 2019. Dan masih akan ada tambahan dari jajaran TNI dan petugas linmas.
"TNI ada sembilan ribu personel nanti. Pileg dan Pilpres juga didukung linmas. Sementara pengamanan yang melekat ke calon sudah ditunjuk Mabes Polri," terangnya lagi.
Pengamanan ketat macam ini tak hanya diterapkan di lapangan, namun juga di dunia maya. Pasalnya, Condro berujar bahwa pihaknya telah membentuk Satgas Black Campaign yang akan mengawasi seluruh aktivitas di jejaring internet termasuk media sosial.
Satgas, kata Condro, akan melakukan patroli siber selama 24 jam penuh. Dimana peran aktif masyarakat juga diharapkan dalam halnya untuk segera dilakukan pelaporan manakala mereka menjumpai konten-konten provokatif ataupun kampanye hitam.
“Masa kampanye (Pilpres) sekarang ini waktunya panjang ada tujuh bulan. Jadi kelihatannya energi juga akan lebih fokus pada kampanye-kampanye melalui media sosial, maupun media elektronik, atau koran,” tandasnya.