---
ADA banyak gaya interior yang bisa diterapkan untuk mewarnai interior dominasi putih. Salah satunya, Scandinavian style. Meski ada sejak 1950-an, gaya Scandinavian populer hingga saat ini. Ditambah dengan sentuhan modern yang membuatnya lebih menarik.
Sandra menyatakan, gaya Scandinavian merupakan penganut filosofi less is more. ’’Mengutamakan fungsionalitas dan menekankan keindahan dalam kesederhanaan,’’ kata owner Sunflower Furniture & Interior Design tersebut.
Dia memilih konsep tersebut karena rumah yang berlokasi di The Grand Kenjeran itu tidak terlalu luas. Yaitu, dibangun di atas lahan seluas 108 meter persegi.
Warna putih dan minimalisasi ruang berhasil menjadikan rumah dua lantai itu lebih terang serta memberi efek lebih lapang dan cerah. Warna-warna netral yang kalem kerap menjadi penyelaras dominasi putih. Misalnya, abu-abu dan krem.
Sandra lebih banyak mengaplikasikan dua warna tersebut lewat perabotan. Contohnya, kursi makan yang berpadu manis dengan meja marmer. Juga, sofa dan karpet di ruang keluarga dan kamar utama. Warna-warna itu sekaligus menjadi pemecah kekakuan ruangan dan membuatnya lebih hangat.
Ciri lain dari gaya Scandinavian adalah banyaknya pemakaian material kayu. Hal tersebut masih berkaitan erat dengan warna netral yang ingin dipertahankan dan unsur natural yang dibawa. Namun, Sandra menggabungkannya dengan material modern. Contohnya, wall panel berupa cermin serta kombinasi unsur besi.
Sandra juga memasukkan warna-warna pastel agar ruangan tidak terasa membosankan. Misalnya, biru tosca yang diterapkan pada elemen kecil di ruangan. Salah satunya, vas bunga. ’’Rasanya jadi pas karena biru tosca tidak terlalu mendominasi, tapi tetap menghidupkan suasana,’’ terang Sandra.
Baca juga:
Di samping itu, gaya Scandinavian kerap ditandai dengan kain yang diletakkan sebagai elemen pemanis ruangan. Sebab, wilayah Skandinavia memiliki cuaca yang sangat dingin. Kain-kain digeletakkan begitu saja sebagai penghangat. Sandra pun mengaplikasikannya dengan menempatkan kain bulu pada sofa ruang keluarga. Atau, tekstur kain yang diterapkan dengan cara berbeda lewat dua buah mini stool bertekstur knit besar.
ELEMEN PENCURI PERHATIAN
WALLPAPER CUSTOM
Salah satu poin yang mencuri perhatian di ruang tengah adalah wallpaper bernuansa tropis dengan gambar burung kakaktua. Kata Sandra, wallpaper itu dibuat secara custom. Warna tosca-nya turut menyegarkan suasana.
LAMPU KUNCUP BUNGA
Satu lagi elemen pencuri perhatian dari ruang makan. Yakni, lampu gantung berwarna putih. Sekilas, bentuknya seperti origami. Namun, menurut Sandra, lampu itu terinspirasi dari kuncup bunga.
TAMAN KERING
Tepat di samping ruang tengah terdapat taman kecil. Mengingat cuaca Surabaya yang cukup panas, dibuatlah taman kering yang low-maintenance. Tidak ada tanah yang menutupi lantai, digantikan batu kerikil. Tanaman cukup digantung secara vertikal.
---
INTERIOR SCANDINAVIAN
- Luas tanah: 108 meter persegi
- Luas bangunan: 214 meter persegi
- Desainer interior: Sandra Irawati
- Lokasi: Surabaya Timur
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=dld4kzw7dCM&ab_channel=jawapostvofficial