JawaPos.com – Meta, perusahaan media sosial yang mengembangkan Facebook, Instagram dan Threads berencana hadirkan fitur baru.
Nantinya Meta akan memberikan sebuah tanda pada unggahan di ketiga media sosial tersebut apabila konten tersebut dibuat dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Hal tersebut disampaikan oleh President General Affairs Meta yakni Nick Clegg melalui laman blog resmi mereka pada Selasa (6/1).
Baca Juga: CEO Meta Mark Zuckerberg Meminta Maaf Kepada Orang Tua Korban Eksploitasi Anak Dalam Sidang Senat
“Kehadiran konten berbasis AI terkadang membingungkan bagi mereka yang baru saja mengetahui kehadirannya,” tulis Clegg dalam laman tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg itu telah menyediakan tanda khusus bagi konten serupa.
Mereka menandai konten suara dan video yang dihasilkan oleh teknologi AI dengan label ‘Imagined With AI’.
Baca Juga: Mengungkap Alasan Meta Mengeluarkan Miliaran Dollar untuk Penutupan Kantor dan Pemutusan Karyawan
Fitur tersebut telah diterapkan pada konten yang dibuat menggunakan Meta AI serta diunggah melalui Facebook, Instagram, serta Threads.
Dirinya mengatakan ingin mengimplementasikan fitur serupa pada konten AI Generated yang berasal dari perusahaan lain.
OpenAI, Midjourney, Google, Microsoft, Adobe, Shutterstock menjadi perusahaan yang akan masuk kriteria pelabelan dari Meta.
Baca Juga: Anak-Anak Alami Pelecehan di Media Sosial, CEO Meta, Mark Zuckerberg Minta Maaf ke Orang Tua Korban
Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan itu menjalin kerjasama dengan lembaga Partnership of AI. Nantinya semua konten AI yang diunggah akan disesuaikan dengan ketentuan lembaga tersebut.
Selain itu mereka juga mengembangkan teknologi pelabelan konten yang dibuat dengan AI dengan menyesuaikan standarisasi C2PA dan IPTC.
Perusahaan mengakui bahwa sampai saat ini mereka kesulitan untuk memberikan label pada konten suara dan video yang dibuat dengan teknologi AI
“Saat ini kami berusaha mewajibkan para pengguna yang unggah konten tersebut untuk menjelaskan bahwa video maupun audio yang dibuat dihasilkan dengan teknologi tersebut,” tulisnya.
“Jika pengguna tidak mematuhi aturan tersebut, mereka dapat dikenai hukuman yang sangat berat,” tegas mereka.
Baca Juga: Lindungi Pengguna Remaja, Meta Kembali Perketat Aturan di Instagram dan Facebook
Meta juga akan memberikan label khusus dan penjelasan lebih detail pada konten foto, video dan suara yang dibuat dengan teknologi AI apabila unggahan tersebut berpotensi menimbulkan misinformasi.
Perusahaan pemilik media sosial Facebook tersebut diketahui juga tengah mengembangkan fitur yang disebut dengan ‘Stable Signature’.
Fitur tersebut berupa pemberian watermark yang tak terlihat dan tidak dapat dinonaktifkan oleh pembuat konten.
Baca Juga: Teknologi Baru Meta Mungkinkan Objek Virtual Memiliki Bayangan dan Sorotan Nyata
Dilansir dari Reuters, Nick Clegg yakin bahwa rencananya untuk menerapkan fitur-fitur tersebut akan berjalan dengan baik.
Selain itu ia juga menyebut bahwa proses pengembangan teknologi yang mendeteksi konten AI berbasis suara dan video akan menjadi pelopor bagi perusahaan lainnya.
Namun salah satu orang dari Meta menyebut fitur itu belum dapat diimplementasikan pada aplikasi berbasis obrolan chat populer mereka yakni WhatsApp.