← Beranda

7 Weton yang Didampingi Khodam Api Sakti 'Idu Geni Sabdo Dadi', Hati-Hati Saat Berucap Karena Bisa Jadi Kenyataan Besok di Masa Mendatang

Zulfa Putri HardiyatiKamis, 16 Oktober 2025 | 13.21 WIB
6 Cara Atasi Bau Mulut Secara Alami

JawaPos.com - Dalam dunia spiritual Jawa, ada keyakinan bahwa setiap weton membawa aura, energi, serta penjaga gaib yang disebut khodam.

 Beberapa di antaranya memiliki daya luar biasa yang berhubungan langsung dengan kekuatan ucapan.

Ucapan mereka tak ubahnya doa, bisa menjadi kenyataan — baik membawa berkah maupun sebaliknya.

Salah satu khodam yang paling disegani dalam kitab primbon Jawa adalah Khodam Idu Geni Sabdo Dadi, atau sering disebut juga Khodam Pahit Lidah.

 Ia dipercaya mendampingi tujuh weton istimewa, yang kata-katanya memiliki getaran kuat sehingga harus dijaga dengan penuh kebijaksanaan.

Seperti yang diungkap dalam tayangan spiritual kanal YouTube Primbon Cirebon, tujuh weton ini diminta untuk senantiasa berhati-hati dalam berbicara.

Sebab, Sabdo Dadi berarti “perkataan yang menjadi nyata.”

Berikut penjelasan lengkapnya menurut ajaran primbon Jawa:

1. Weton Rabu Kliwon

Weton ini berada di bawah naungan lakuning Srengenge, yang berarti berjiwa pemimpin dan pengayom.

Mereka dikenal teguh pada ucapan, disiplin, serta tidak suka mengingkari janji.

Karena itulah, Rabu Kliwon menjadi salah satu weton yang paling disukai oleh Khodam Idu Geni Sabdo Dadi.

Namun, pemilik weton ini harus sangat berhati-hati, sebab setiap perkataannya bisa menjadi nyata.

Ucapan yang baik akan membawa berkah, tapi ucapan yang buruk dapat melukai bahkan diri sendiri.

2. Weton Rabu Pon

Berada di bawah naungan lakuning Rembulan, Rabu Pon memiliki watak lembut, sopan santun tinggi, serta mudah menentramkan hati orang lain.

Mereka adalah sosok yang pandai beradaptasi dan memiliki jiwa pemimpin alami.
Karena wataknya yang penuh keseimbangan, Rabu Pon juga disukai oleh khodam Pahit Lidah.

Disarankan agar pemilik weton ini tidak sembarang bicara, sebab ucapannya mudah menjadi kenyataan dan berpotensi berdampak besar pada sekitar.

3. Weton Kamis Pon

Dalam primbon Jawa, Kamis Pon juga dinaungi oleh lakuning Srengenge, yang berarti tegas, pendiam, dan berjiwa pemimpin.

Selain itu, Kamis Pon berada di bawah pengaruh Sumur Sinaba, simbol kebijaksanaan dan tempat berkeluh kesah bagi orang lain.

Khodam Sabdo Dadi sangat menyukai weton ini karena kekuatan spiritualnya besar. Oleh karena itu, setiap kata yang keluar dari bibirnya memiliki energi sugestif yang kuat dan wajib dijaga agar tidak menciptakan akibat yang tidak diinginkan.

4. Weton Kamis Kliwon

Weton ini memiliki pengaruh lakuning Geni, melambangkan semangat, kesetiaan, dan cinta kasih yang besar.

Mereka dikenal penuh empati, pekerja keras, serta pandai menyimpan rahasia.

Energi dalam dirinya sangat selaras dengan khodam Pahit Lidah, sehingga apa pun yang diucapkannya kerap terwujud secara nyata.

 Karena itu, Kamis Kliwon perlu menjaga tutur kata dan tidak sembarang melontarkan pendapat dalam emosi.

5. Weton Kamis Legi

Kamis Legi berada di bawah naungan lakuning Lintang, yang berarti memiliki etos kerja tinggi, mandiri, dan bertanggung jawab. Mereka jarang bicara kecuali untuk hal penting.

Khodam Sabdo Dadi menyukai karakter seperti ini — tegas dan fokus. Namun, justru karena ucapannya jarang keluar, setiap kata Kamis Legi menyimpan kekuatan spiritual besar.

 Maka disarankan agar berhati-hati dalam berbicara, karena bisa menjadi kenyataan yang tidak disengaja.

6. Weton Jumat Kliwon

Dalam kitab primbon Jawa, Jumat Kliwon berada di bawah lakuning Rembulan, melambangkan ketenangan dan kharisma.

Mereka dikenal menepati janji, berjiwa seni, serta memiliki daya pikat tinggi.

Ucapan seorang Jumat Kliwon seringkali didengar dan diikuti oleh banyak orang.

Karena pengaruh spiritualnya kuat, khodam Pahit Lidah sangat menyukai weton ini.

Maka, menjaga lisan adalah kewajiban utama agar energi kata tidak menimbulkan akibat buruk.

7. Weton Sabtu Legi

Sabtu Legi juga berada di bawah lakuning Rembulan, dikenal dengan wibawa dan ketegasannya. Sosok ini mudah bergaul, berjiwa besar, dan sering menjadi panutan.

Dalam primbon Jawa, weton ini sangat disegani karena kharismanya yang kuat.
Khodam Sabdo Dadi menghormati weton Sabtu Legi karena jiwa pemimpinnya menonjol.

Ucapannya sering menjadi panutan, sehingga ia perlu bijak dalam berkata agar tidak menimbulkan dampak yang tak diinginkan.

Makna Spiritualitas di Balik Khodam Sabdo Dadi

Khodam ini disebut “Pahit Lidah” bukan karena membawa kesialan, melainkan sebagai pengingat agar manusia menjaga ucapan. Lidah adalah doa.

 Apa pun yang diucapkan, sadar atau tidak, memiliki daya cipta spiritual.

Maka dari itu, tujuh weton ini diminta untuk selalu berhati-hati dan menanamkan niat baik dalam setiap perkataan, sebab energi spiritual mereka begitu kuat hingga mampu mewujudkan sabda menjadi nyata.

Sebagaimana pesan akhir dari Primbon Cirebon, semua ini hanyalah ramalan yang bersifat pengingat. Takdir tetap berada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa.

 Jadikanlah pengetahuan ini sebagai sarana introspeksi, agar ucapan senantiasa membawa keberkahan, bukan keburukan.

EDITOR: Hanny Suwindari