← Beranda

Weton-Weton yang Kurang Cocok Berjodoh dengan Kamis Pahing Menurut Hitungan Primbon

Intan PuspitasariSabtu, 7 Juni 2025 | 01.13 WIB
Weton-Weton yang Kurang Cocok Berjodoh dengan Kamis Pahing Menurut Hitungan Primbon (Freepik)

JawaPos.com - Setiap pasangan tentu ingin punya hubungan yang langgeng dan penuh kebahagiaan. Namun dalam kepercayaan Jawa, ada pula yang memperhitungkan kecocokan jodoh berdasarkan weton kelahiran. 

Berdasarkan penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube yang aktif membahas weton yaitu Sabdaning Ratu, untuk pemilik weton Kamis Pahing, yang punya neptu 17, ternyata ada beberapa weton yang dianggap kurang cocok untuk dijadikan pasangan hidup menurut primbon.

Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai panduan agar kita bisa lebih bijak menghadapi perbedaan energi dalam hubungan.

Baca Juga: Resep Bumbu Marinasi Sate Kambing dan Sapi Oles Ampuh Hilangkan Bau Prengus Sebelum Dibakar, Dijamin Daging Jadi Empuk!

Lantas, weton-weton apa saja yang menurut primbon kurang cocok dengan Kamis Pahing?

Minggu Wage (neptu 9): Jumlah totalnya 26, yang termasuk hitungan jodoh buruk. Dalam kehidupan rumah tangga, pasangan ini bisa mengalami banyak kendala dalam rezeki.

Mereka berisiko sering ditipu atau mengalami kegagalan dalam usaha karena kurang kehati-hatian dan terlalu percaya pada orang lain.

Selasa Kliwon (neptu 11): Jumlahnya 28, masih tergolong kurang baik. Hubungan ini rawan pertengkaran karena keduanya memiliki sifat keras dan sama-sama ingin dominan. Jika tidak ada yang mengalah, rumah tangga bisa penuh gesekan.

Baca Juga: Resep Rendang Daging Sapi Empuk dan Praktis untuk Hidangan Idul Adha ala Chef Devina Hermawan

Kamis Pon (neptu 15): Penjumlahannya menjadi 32, yang menurut primbon berada dalam hitungan berat.

Kamis Pahing dan Kamis Pon sama-sama kuat secara energi, tapi sayangnya tidak saling menenangkan. Ini bisa membuat hubungan cenderung panas dingin, penuh emosi, dan mudah salah paham.

Jumat Pahing (neptu 16): Jumlahnya menjadi 33, termasuk kategori rawan. Dalam hitungan primbon, hubungan ini akan diuji oleh masalah keuangan dan gangguan dari pihak ketiga, baik keluarga maupun orang luar.

Meski hitungan-hitungan ini terkesan menakutkan, penting untuk dipahami bahwa semua masih bisa diusahakan.

Dalam tradisi Jawa, jika suatu pasangan memiliki hitungan jodoh yang kurang baik, biasanya disarankan melakukan ruwatan, sedekah weton, atau puasa mutih sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk menetralisir energi negatif.

Pada akhirnya, primbon adalah warisan budaya yang sarat makna, bukan sekadar hitung-hitungan kaku.

Jika kamu merasa bahagia dan nyaman dengan pasanganmu, teruslah berjuang untuk saling melengkapi.

Karena sejatinya, jodoh yang baik adalah mereka yang mampu saling menerima kekurangan dan bertumbuh bersama dalam suka maupun duka.

EDITOR: Hanny Suwindari