← Beranda

Kenali 5 Tanda Seseorang yang Membutuhkan Waktu Lama Untuk Tidur Pada Malam Hari

Risma Azzah FatinSenin, 10 Maret 2025 | 20.43 WIB
Ilustrasi seseorang yang membutuhkan waktu lama untuk tertidur. (Freepik)

JawaPos.com – Ketika Anda gelisah dan gelisah di tengah malam, Anda tahu Anda kesulitan tidur. Jika Anda menguap seharian, Anda tahu Anda kurang tidur.

Itulah dasar-dasar memahami pola tidur Anda, Namun, tidak selalu sesederhana itu. Pikiran manusia itu seperti labirin, dan terkadang kebiasaan kita sendirilah yang membuat kita terjaga di malam hari, bahkan saat kita tidak menyadarinya.

Ada orang yang mengalaminya langsung saat mereka tertidur begitu kepala mereka menyentuh bantal. Namun bagi yang lainnya, ini adalah pertarungan.

Dilansir dari laman Hack Spirit, berikut 5 tanda seseorang yang membutuhkan waktu lama untuk tidur pada malam hari.

1. Sering nyemil pada malam hari

Dalam keheningan malam, saat Anda sulit tidur, lemari es menjadi mercusuar harapan. Sepotong kue atau semangkuk es krim sering kali terasa seperti teman yang sempurna.

Namun, ngemil larut malam bisa jadi merupakan hal yang menghalangi Anda tidur nyenyak. Mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak tepat sebelum tidur dapat membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras, menyebabkan rasa tidak nyaman dan membuat Anda lebih sulit tertidur.

Tetapi bukan itu saja, Hubungan antara makanan dan kewaspadaan menjadi lebih kuat di otak Anda seiring berjalannya waktu, sehingga makin sulit memutus siklus ngemil larut malam dan insomnia.

Jika Anda tipe yang suka begadang, Anda mungkin ingin memperhatikan hal ini.Kebiasaan sederhana ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa menghitung domba tidak lagi berhasil bagi Anda.

2. Melakukan aktivasi yang menguras energi pada malam hari

Terlibat dalam aktivitas yang merangsang sebelum tidur, seperti sesi latihan yang intens atau permainan video yang memacu adrenalin, dapat membuat tubuh dan pikiran Anda terlalu tegang untuk beristirahat.

Olahraga meningkatkan suhu inti tubuh, detak jantung, dan kadar adrenalin, yang semuanya dirancang untuk memberi Anda energi, bukan untuk menidurkan Anda dengan damai.

Tubuh manusia umumnya membutuhkan waktu sekitar 60 hingga 90 menit untuk mendinginkan diri setelah berolahraga, jadi proses pendinginan ini sebenarnya merupakan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya tidur. Olahraga larut malam mungkin menjelaskan mengapa sebagian orang sulit tidur.

3. Jam tidur yang tidak teratur

Jika Anda termasuk orang yang tidur pukul 10 malam di suatu malam dan pukul 2 pagi di malam berikutnya, pada dasarnya Anda sedang mengacaukan jam tubuh Anda.

Jadwal tidur yang tidak teratur ini dapat membuat tubuh Anda sulit memahami kapan seharusnya ia beristirahat dan tertidur.

Rasanya seperti melawan jet lag tanpa harus bepergian. Tidur larut satu malam dapat membuat tubuh Anda tidak seimbang dan membuat tidur di malam berikutnya menjadi tantangan nyata.

4. Berpikir secara berlebihan

Berpikir berlebihan menciptakan keadaan gairah mental, yang merupakan kebalikan dari ketenangan dan relaksasi yang diperlukan untuk tidur.

Latihan sederhana seperti memfokuskan diri pada napas atau memvisualisasikan suasana damai membantu mengembalikan perhatian saya ke masa kini dan menenangkan pikiran.

Jika Anda juga terbiasa membawa kekhawatiran Anda ke tempat tidur, ingatlah ini pikiran yang cukup istirahat jauh lebih mampu menghadapi tantangan daripada pikiran yang lelah.

Mungkin sudah waktunya meninggalkan pikiran-pikiran itu di pintu kamar tidur dan menjalani rutinitas tidur yang lebih damai.

5. Meminum kopi pada malam hari

Jika Anda menyesap minuman berkafein di sore hari, hal itu bisa menjadi penyebab Anda terjaga di malam hari. Kafein adalah stimulan dan dapat bertahan dalam sistem Anda hingga delapan jam.

Secangkir kopi di sore atau malam hari mungkin membuat Anda lebih sulit tertidur di malam hari. Beralih ke minuman tanpa kafein atau memilih the herbal di malam hari dapat membuat perbedaan signifikan dalam kualitas tidur Anda.

Percayalah, diri Anda yang cukup istirahat akan berterima kasih atas perubahan ini.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho