← Beranda
8 Makanan Indonesia ini Ternyata Hasil Akulturasi dari Zaman Penjajahan Belanda, Salah Satunya Lapis Legit
Jessica IrawanSabtu, 23 Desember 2023 | 23.40 WIB
Lapis legit merupakan makanan Indonesia dari hasil akulturasi zaman penjajahan Belanda/sumber: pinterest

JawaPos.com – Indonesia menjadi salah satu negara yang pernah dijajah oleh bangsa Belanda, selama kurang lebih 350 tahun lamanya.

Selama penjajahan, berbagai adat, kebiasaan, hingga kuliner di Indonesia perlahan mendapatkan pengaruh dari Belanda.

Melansir dari Radar Malioboro (Jawa Pos Grup), ada beberapa makanan khas Indonesia yang merupakan hasil akulturasi dari Belanda, diantaranya:

1. Semur

Nama semut itu sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu smoor yang berarti rebusan, atau dari kata lainnya yaitu smoren berarti merebus.

Di Belanda, olahan semur terdiri atas daging, tomat, dan bawang yang direbus dalam waktu lama.

Sedangkan di Indonesia, semur telah berkembang dengan berbagai tambahan bumbu dan rempah lokal.

Namun masyarakat Indonesia kerap mengganti beberapa isian dari semur dengan dengan telur rebus, tahu, juga kentang.

2. Perkedel

Siapa sangka bahwa perkedel ternyata berasal dari negara kincir angin tersebut. Nama perkedel terambil dari bahasa Belanda yaitu frikadeller atau frikadel.

Di Belanda, bahan utama perkedel adalah daging cincang atau daging giling yang kemudian dipadatkan lalu digoreng.

Sedangkan di Indonesia, bahan utama perkedel berasal dari kentang rebus yang dihaluskan, kemudian digoreng dengan baluran telur kocok.

3. Kroket

Sebenarnya, nama kroket berasal dari Perancis, tetapi kemudian dibawa melalui Belanda ke Indonesia, sehingga menjadi makanan akulturasi dari negeri bunga tulip tersebut.

Resep asli kroket dari Perancis terbuat dari rogut atau adonan tepung terigu, susu, dan daging.

Berbeda dengan kroket Belanda (kroketten), yang terbuat dari daging cincang dan dilapisi tepung panir lalu digoreng.

Sedangkan kroket di Indonesia, berbahan dasar kentang rebus sama dengan perkedel.

4. Lapis Legit

Makanan manis satu ini memiliki nama dalam bahasa Belanda spekkoek.

Lapis legit Belanda biasanya disajikan dalam acara bergaya kolonial atau istilahnya rijsttafel.

Lapis legit Indonesia telah dimodifikasi dengan tambahan rempah-rempah Indonesia, sehingga tidak hanya menciptakan rasa manis tetapi juga terdapat ras gurih.

5. Selat Solo

Sesuai namanya, makanan ini merupakan kuliner khas Solo yang bernama biefstuk di Belanda.

Nama selat atau yang artinya salada, digunakan dalam penamaan makanan ini karena terdapat penambahan sayuran rebus, sebagai pengganti dari kentang tumbuk.

Baca Juga: Media Asing Soroti Penampilan Gibran Rakabuming Raka di Debat Cawapres 2024

Selat Solo atau dikenal dengan bistik jawa, biasanya diberi tambahan keripik kentang dan saus yang bertekstur encer, manis, dan disertai tambahan rempah-rempah lokal.

6. Kastengel

Makanan yang identik saat Hari Raya Idul Fitri ini juga berasal dari Belanda yaitu kaastengels.

Kaas yang berarti keju dan stengels berarti batangan.

Kastengel Belanda umumnya berbentuk lebih panjang dari kastengel Indonesia, yaitu sekitar 30 cm.

7. Nastar

Camilan satu ini juga banyak ditemui di Indonesia saat Hari Raya Idulfitri, nama nastar sendiri juga berasal dari bahasa Belanda yaitu ananas tart atau tart nartas.

Kue nastar cukup populer di kalangan masyarakat Eropa dengan isian selai stroberi, persik, dan buah-buah lainnya.

8. Sop Senerek

Makanan berkuah khas Magelang ini, terakulturasi dari negara Belanda dengan nama snert soup, yang berarti sop kacang polong dengan roti.

Tetapi di Indonesia, sop ini menggunakan kacang merah dilengkapi dengan isian lain seperti bayam, wortel, seledri, dan daun bawang.

EDITOR: Hanny Suwindari