JawaPos.com – Kalian pasti sudah tidak asing ketika mendengar kata matcha dan green tea.
Kedua minuman tersebut berasal dari tanaman Camellia Sinensis dan terkenal akan rasanya yang segar, serta memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.
Matcha dan green tea telah dikonsumsi oleh sebagian besar negara di Asia, seperti Tiongkok, Jepang, Korea, dan negara Asia Tenggara lainnya termasuk Indonesia.
Seduhan daun teh pada matcha cenderung menghasilkan warna lebih pekat, dibandingkan green tea yang menghasilkan warna lebih jernih.
Mengapa berbeda? Bukankah matcha dan green tea berasal dari daun teh yang sama?
Dikutip dari laman Tea Cachai, ada beberapa faktor yang menghasilkan perbedaan antara matcha dan green tea.
- Proses penanaman
Green tea dibuat dari daun teh yang dipanen di lahan terbuka, dan mendapat sinar matahari langsung.
Sedangkan matcha, daun tehnya akan dipindahkan ke tempat teduh sebelum 2 minggu menjelang panen, agar terlindung dari matahari.
- Cara pengolahan
Setelah dipetik, daun teh matcha dan green tea akan langsung dikeringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven.
Hal ini bertujuan, untuk menghindari oksidasi yang membuat warna daun teh menjadi hitam.
Baca Juga: Bertemu Abuya Muhtadi, Mahfud MD Didoakan Terpilih Jadi Wapres
Setelah daun dari tanaman Camellia Sinensis kering, tulang daun teh untuk matcha akan dibuang agar lebih mudah dihaluskan, supaya menjadi bubuk dan bisa diseduh.
Berbeda dengan green tea, dimana daun tehnya bisa langsung diseduh dan dinikmati tanpa perlu proses lebih lanjut.
- Rasa dan aroma
Matcha kaya akan rasa tetapi aromanya seperti rumput. Bagi sebagian orang, aroma rumput ini cukup mengganggu dan membuat mereka kurang menyukai matcha.
Baca Juga: 5 Tersangka Produksi Film Dewasa di Jakarta Selatan Segera Disidang
Sedangkan green tea, memiliki cita rasa pahit dan ringan yang menyegarkan. Sehingga, green tea lebih banyak dipilih oleh sebagian orang sebagai minuman sehari – hari.
- Kandungan
Daun teh hijau untuk matcha yang ditempatkan di ruang teduh memiliki kandungan klorofil, kafein, asam amino, antioksidan, katekin dan polifenol yang lebih tinggi dibandingkan green tea.
Meskipun kalori pada matcha dua kali lebih tinggi dibanding green tea, tetapi kandungan antioksidan matcha terbukti 137 kali lebih banyak dari green tea.
Baca Juga: Bertemu Petani dan Nelayan di Bekasi, Ganjar Komitmen Hadirkan Kemudahan Ketersediaan Pupuk
Maka, tak heran jika kedua minuman ini cocok untuk dikonsumsi saat menjalani diet.
Tetapi, kandungan rendah kalori pada matcha dan green tea tidak berlaku jika dicampur dengan susu atau gula.
Adapun manfaat matcha dan green tea yang dikutip dari Healthline adalah sebagai berikut:
- Mengurangi risiko penyakit jantung
- Menurunkan berat badan
- Mengurangi stres
- Mencegah penyakit kanker
- Meningkatkan daya ingat
- Mengontrol gula darah
- Menjaga kesehatan mulut
- Menjaga daya tahan tubuh
Jika Anda ingin mengonsumsi teh dengan kandungan antioksidan yang tinggi, matcha adalah jawaban yang tepat.
Tetapi, jika Anda ingin mencicipi teh dengan rasa yang ringan dan rendah kalori, green tea bisa menjadi solusi yang tepat.