JawaPos.com - Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang termasuk ke dalam kepulauan Jawa, Provinsi ini umumnya dihuni oleh Suku Sunda.
Selain menjadi tujuan wisata alam, keberagaman kuliner khas Jawa Barat merupakan salah satu daya tarik yang mampu membuat Jawa Barat dapat bersaing dengan provinsi lainnya.
Kuliner Jawa Barat kebanyakan di pamerkan di pinggir-pinggir jalan (street food). Sehingga dalam satu tempat, seseorang tidak hanya disuguhkan dengan satu jenis jajanan saja, melainkan berbagai jenis jajanan berbeda lainnya tersedia disana.
Jika berkesempatan berkunjung ke Jawa Barat untuk sekadar jalan-jalan, jangan lupa luangkan waktu juga untuk berwisata kuliner disini.
Berikut 10 rekomendasi jenis jajanan street food khas Jawa Barat lezat yang bisa Anda coba selama berkunjung.
1. Awug
Jajanan tradisional Sunda asal Cimahi ini, terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan kelapa parut, daun pandan, dan gula merah.
Sekilas awug mirip dengan kue putu bambu, hanya saja bentuknya berbeda. Awug memiliki bentuk bervariasi, ada yang berbentuk kerucut, bunga datar, hingga kotak.
Variasi bentuk ini membuat Awug menjadi tidak pernah membosankan untuk dimakan.
2. Surabi
Serabi merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia dan muncul pada tahun 1923. Di Jawa Barat jajanan tepung beras ini disebut surabi atau sorabi.
Baca Juga: 3 Tempat Rekomendasi Menikmati Senja di Jogja, Cagar Budaya, Pusat Kota, dan Tepi Sawah
Surabi disajikan dalam berbagai rasa, bisa asin ataupun manis, bahkan surabi sekarang banyak jenisnya, contohnya surabi duren. Surabi biasanya berbentuk bulat tebal, tanpa pinggiran, bagian dalam kuenya rapat seperti martabak.
3. Bandros
Bandros merupakan salah satu jajanan khas Sunda yang biasanya mudah ditemukan di Bandung dan wilayah Jawa Barat lainnya.
Jajanan yang sering disebut pancong di Jakarta dan Gandos di Jawa ini, terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, daun suji dan santan.
Bentuk jajanan ini mirip dengan kue puki karena dicetak dalam satu cetakan yang sama yaitu cetakan setengah lingkaran dengan isi yang cukup banyak dalam satu cetakan.
Bedanya, kue puki rasanya manis sedangkan bandros rasanya asin dan semakin nikmat jika ditambah saus.
4. Colenak
Colenak terbuat dari peuyeum yang dibakar. Biasanya colenak dimakan dengan cara dicelupkan ke dalam cairan gula merah yang dicampur dengan kelapa parut.
5. Jalakotek
Jalakotek merupakan jajanan khas Majalengka. Sedikit orang yang tau makanan ini berasal dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Jalakotek terbuat dari bahan dasar tepung singkong dan tepung terigu. Lalu isi dengan tauge, wortel, tumis tahu, ayam suwir dan tambahkan sambal didalamnya, lalu dibentuk seperti pastel.
Jalakotek nikmat disajikan saat panas dengan bumbu bubuk seperti atom, balado, keju dan pedas.
6. Combro
Comro berbahan dasar singkong ini berisi oncom, yang kadang dibuat agak pedas, sehingga saat menggigitnya kamu akan merasakan sensasi aroma oncom yang khas dengan rasa pedas yang bikin segar.
Combro berarti "Oncom dijero", atau dalam bahasa Indonesianya disebut "Tempe oncom didalam".
7. Misro
Sama seperti combro, misro juga berbahan dasar singkong. Bedanya, misro berisi gula merah atau gula aren sehingga perpaduan singkong dan gula merah membuatnya terasa manis legit.
Nama Misro sendiri merupakan singkatan dari “amis di jero” yang dalam bahasa Sunda berarti “manis di dalam”.
8. Dodol
Dodol merupakan masakan yang terbuat dari tepung ketan, gula pasir, dan santan. Cara pembuatannya adalah dengan mencampurkan semua bahan dengan air lalu masukkan ke dalam panci besar dan aduk rata.
9. Wajit
Wajit sebagian besar mengandung bahan dasar yang sama dengan dodol. Namun proses produksinya lebih sederhana karena tidak selalu memerlukan pengawasan dan dapat dijemur.
10. Batagor
Batagor merupakan akronim dari Bakso Tahu Goreng. Awalnya batagor merupakan sisa-sisa perdagangan bakso dan tahu.
Karena tidak ada gunanya jika dibuang atau disia-siakan, maka orang Sunda Priangan zaman dahulu mengolahnya dengan tepung lalu menggorengnya dengan minyak panas.
Namun saat ini batagor tidak lagi hanya disajikan dengan cara digoreng. Batagor juga bisa dinikmati dengan kuah kaldu dan nikmat saat panas.