JawaPos.com - Kecepatan jaringan Smartfren 4G LTE Advance diklaim melebihi 4G LTE. Apa alasannya?
Head of Network Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo mengatakan, Smartfren menggunakan dua tipe jaringan, yakni TDD (Time Division Duplex) dan FDD (Frequency Division Duplex). Dengan memanfaatkan teknologi LTE radio, TDD bekerja pada pita 2300 MHz, sedangkan FDD dengan pita 850 MHz.
Sementara perusahaan telekomunikasi lainnya hanya menggunakan satu standar proses pengantar data. Operator GSM yang telah menerapkan 4G LTE, seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat, hanya memakai FDD, sedangkan Internux Bolt menggunakan TDD.
Smartfren memasang tipe TDD pada pusat-pusat kota. Hal itu karena penduduk yang tinggal di pusat kota lebih banyak, sehingga lalu lintas data akan lebih tinggi. TDD dapat membagi waktu untuk bagian yang membutuhkan lebih banyak bandwidth sehingga beban antara download dan upload dapat diseimbangkan.
Sementara FDD diterapkan di pinggir kota hingga pedesaan. Hal ini karena cakupan FDD dapat menjangkau lebih luas, sehingga sinyal dapat diterima hingga pelosok desa.
Terkait dengan kecepatan, FDD pada 4G LTE Smartfren memiliki rentang 2-20 MBps, sedangkan TDD pada 2-100 MBps. Kinerja keduanya akan diagregat, sehingga mendapatkan kecepatan yang maksimal.
"Ini bedanya dengan layanan 4G yang lain, Smartfren 4G LTE ini mendukung fitur Carrier Aggregation (CA) yang memberikan laju lebih tinggi. Inilah kenapa disebut 4G LTE Advance, bisa lebih cepat dari 4G LTE sendiri," kata Munir.
Smartfren, lanjut dia, juga memiliki teknologi VoLTE (Voice over LTE). "Kualitas voice-nya sudah HD," katanya. Selain itu, Smartfren memiliki multi input dan multi output yang akan mengatur lalu lintas jaringan sehingga perangkat pengguna selalu otomatis terhubung ke jaringan dengan koneksi terbaik.
Sementara itu, Direktur Smartfren Roberto Saputra menambahkan, Smartfren unggul karena menawarkan layanan end to end dan menghadirkan teknologi terkini. "Itu satu-satunya cara kita untuk bertahan. Makanya kita launch langsung di 22 kota," pungkasnya. (fab/jpg)