JawaPos.com-Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 menjadi momen istimewa bagi umat Tionghoa. Antusiasme itu terlihat di Klenten Boen Bio yang berada di Jalan Kapasari 131, Surabaya.
Sejak beberapa hari terakhir, Klenteng Boen Bio bersolek dan tampak lebih sibuk dari biasanya. Lampu-lampu mulai dinyalakan, altar dibersihkan, dan berbagai perlengkapan ibadah disusun rapi menyambut tahun baru Imlek.
Penanggung jawab klenteng Boen Bio, Muharom, memastikan persiapan telah mencapai hampir sempurna. Kebutuhan ibadah sudah disiapkan, mulai dari altar, papan kimsim, hingga karpet untuk para jemaat.
“Altar-altar sudah saya siapkan sejak kemarin. Papan kimsim sudah di tempatnya, lampu sudah dinyalakan, tempat kembang dan perlengkapan lainnya juga sudah siap,” tutur Muharom ketika ditemui di klenteng, Senin (16/2).
Ibadah malam Imlek di Klenteng Boen Bio rencananya digelar sederhana namun hikmat pukul 21.00 WIB. Tidak banyak jemaat, hanya sekitar 50 orang, yang mayoritas adalah pengurus dan umat yang rutin beribadah.
Menurutnya, keterbatasan waktu malam hari membuat panitia tidak mengundang seluruh umat. Meski begitu, ia tetap mempersilakan masyarakat yang ingin datang, dengan perkiraan total kehadiran tak lebih dari 100 orang.
"Karena ini ibadahnya malam, jadi kita tidak bisa menampung semua umat. Tetapi kalau umat yang lain mau datang, kami persilakan. Tetapi perkiraan saya ya nggak sampai 100 jemaat, lah," imbuhnya.
Bagi pengurus dan jemaat, perayaan tahun ini terasa berbeda. Setelah sempat terkendala pembatasan saat pandemi Covid-19, kini mereka bisa kembali menggelar ibadah malam Imlek dengan lebih leluasa.
"Makanya untuk perayaan Imlek tahun ini, pengurus dengan segenap anggota Klenteng Boen Bio ingin mengadakan acara yang meriah nanti pada tanggal 22 Februari 2026," ujar Muharom.
Momen tersebut diharapkan menjadi ruang mempererat kebersamaan sekaligus membangkitkan kembali semangat umat. Muharom berharap memasuki tahun Kuda Api, Indonesia dapat terbebas dari bencana alam.
"Umat Konghucu, khususnya di Klenteng Boen Bio biasanya menggelar doa bersama, supaya masyarakat Indonesia, khususnya Surabaya tidak terdampak bencana atau bencana akan berakhir pada tahun Kuda Api ini," pungkasnya. (*)