JawaPos.com - Di tengah cuaca ekstrem dan ganasnya ombak, KM Egon berjibaku menyelamatkan 18 kru Kapal Layar Motor Puji Manunggal Sejati, yang tenggelam di Perairan Masalembu, Rabu (21/1).
Kapal ikan berkapasitas 88 GT asal Pati, Jawa Tengah itu dilaporkan tenggelam usai mengalami kebocoran lambung akibat hantaman gelombang tinggi. Beruntung, seluruh kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Nakhoda KM Egon, Capt. Suryadi bercerita pihaknya menerima panggilan darurat dari Radio Pantai Masalembu tentang insiden yang menimpa KLM Puji Manunggal Sejati pada Selasa petang pukul 15.00 LT (local time).
Saat itu, KM Egon tengah berlayar dari Pelabuhan Batulicin, Kalimantan Selatan, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Usai menerima panggilan darurat, Capt. Suryadi memutuskan untuk deviasi.
Deviasi adalah mengubah haluan dari rute awal, biasanya karena alasan darurat. Pada pukul 15.30 LT, KM Egon bergerak sekitar 4 mil mendekati titik kejadian, yakni tempat KLM Puji Manunggal Sejati berada.
"Alhamdulillah, seluruh kru kapal berhasil diselamatkan pada pukul 17.32 LT. Keselamatan jiwa manusia di laut adalah prioritas utama kami. Setelah proses evakuasi, KM Egon kembali melanjutkan pelayaran menuju Surabaya," ucap Capt Suryadi, Kamis (22/1).
Sebagai informasi, KM Egon adalah kapal 2 in q milik PT PELNI (Persero), dengan kapasitas 544 pax. Kapal ini melayani rute Waingapu - Lembar - Surabaya - Batulicin - Pare-Pare - Bontang - Pare-Pare (PP).
Kepala Cabang PELNI Surabaya, Roni Abdullah menyampaikan bahwa KM Egon yang dijadwalkan sandar pada Rabu (21/1) pukul 06.00 LT, diizinkan langsung bersandar saat tiba di pelabuhan.
“Mengingat kondisi kru yang dievakuasi memerlukan perawatan lebih lanjut dari rumah sakit, kami berkoordinasi dengan pihak pelabuhan dan KSOP untuk mengizinkan KM Egon langsung bersandar setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak," ucap Roni.
Aksi penyelamatan ini menegaskan kembali bahwa keselamatan jiwa manusia menjadi prioritas utama PT PELNI. Mereka berkomitmen untuk terus memperkuat budaya keselamatan dalam operasional pelayarannya.