JawaPos.com—Sebanyak 13 santri korban ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, masih menjalani perawatan intensif di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Kondisi mereka terus dipantau secara ketat oleh tim medis rumah sakit.
Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo Atok Irawan menyampaikan, meski ada beberapa yang mengalami luka serius, kondisi keseluruhan pasien dinyatakan stabil. Dua di antaranya bahkan harus menjalani amputasi akibat lukanya.
"Yang kami rawat kemarin ada delapan, sore bertambah lima, jadi total 13 santri. Alhamdulillah kondisi mereka stabil, meski ada yang harus menjalani operasi besar," ujar Atok Irawan, Kamis (2/10).
Salah satu santri yang menjadi perhatian adalah Syailendra Haikal. Dia sempat tertimbun reruntuhan musala selama dua hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan lemah.
Meski tubuhnya lemah, Haikal tetap bisa bercerita dengan jelas kepada tim medis. Bahkan, dia sempat berbincang panjang dengan tenaga kesehatan yang merawatnya.
“Haikal ini luar biasa, sempat dievakuasi lama tapi komunikasinya lancar. Bahkan ia sempat ngobrol banyak dengan kami,” terang Atok.
Selain Haikal, beberapa santri lain juga masih menjalani perawatan intensif. Mereka di antaranya Wahyudi, Al Fatih, Taufan Saputra Dewa, dan Abdul Rozi.
Namun, kondisi Abdul Rozi cukup berat karena harus menjalani amputasi kaki. Sehari sebelumnya, lengan kirinya juga telah diamputasi akibat luka serius.
Menurut Atok, kondisi tulang Abdul Rozi sebenarnya normal dan tidak mengalami retakan. Namun pembuluh darah terjepit sehingga aliran nutrisi terhambat hingga terjadi nekrosis.
“Abdul Rozi, tulangnya normal, tidak ada retakan, tapi pembuluh darah terjepit hingga aliran nutrisi tidak bagus. Bahkan mengalami nekrosis sehingga harus diamputasi,” jelas Atok Irawan.
Kendati demikian, semangat para santri tetap tinggi meski harus menghadapi luka berat. Tim psikologi rumah sakit juga diterjunkan untuk mendampingi proses pemulihan mental mereka.
Atok menyebut, para santri memiliki mental luar biasa kuat meski mengalami cobaan berat. Bahkan, Haikal yang baru saja diselamatkan dari reruntuhan sudah bisa makan dengan lahap.
“Saya lihat mental anak-anak ini luar biasa, tetap semangat. Bahkan Haikal sudah bisa makan dengan lahap,” tutur Atok Irawan.
Dari 13 pasien, satu orang masih berada di ruang ICU untuk observasi ketat. Kondisinya terus dipantau dokter untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut.
Sementara itu, beberapa pasien lain yang sudah menunjukkan perkembangan positif dipersiapkan untuk segera dipulangkan. Pihak rumah sakit memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, bahkan santri yang sudah diamputasi bisa makan dengan baik, sehari empat kali. Artinya pemulihan berjalan bagus,” ungkap Atok.
Musibah ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pondok. Namun kabar kondisi para santri yang mulai membaik memberikan harapan besar.
Hingga kini, pihak rumah sakit masih terus memberikan perawatan intensif. Dukungan dari masyarakat juga terus berdatangan untuk memberikan semangat bagi para korban.
Para santri diharapkan bisa segera pulih baik secara fisik maupun mental. RSUD RT Notopuro memastikan seluruh kebutuhan medis mereka terpenuhi dengan baik.
Ambruknya musala ini juga menjadi perhatian banyak pihak. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi para korban.
Keluarga para santri korban ambruknya musala juga setia mendampingi proses perawatan. Kehadiran mereka menjadi penguat semangat bagi para pasien.
Hingga kini, suasana di RSUD RT Notopuro Sidoarjo masih dipenuhi dengan doa dan harapan. Semua pihak berharap para korban segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Tragedi ini juga menjadi pengingat pentingnya keselamatan bangunan di lingkungan pendidikan. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
Meski luka fisik cukup berat, mental para santri terbukti sangat kuat menghadapi cobaan. Kisah perjuangan mereka menjadi inspirasi banyak orang yang mendengar kabar ini.
Dengan perawatan intensif, optimisme untuk kesembuhan para santri semakin besar. Pihak rumah sakit memastikan akan terus berupaya maksimal hingga kondisi mereka benar-benar pulih.
Diharapkan dalam waktu dekat, sebagian korban bisa segera kembali ke pondok pesantren. Sementara yang masih membutuhkan perawatan akan tetap mendapat perhatian penuh dari tim medis.
Kabar kondisi stabil 13 korban ambruknya Musala Al Khoziny memberi secercah harapan di tengah duka. Semangat para santri menjadi bukti ketangguhan dalam menghadapi ujian hidup.