JawaPos.com - Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Surabaya mencatat penjualan sapi pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah mengalami peningkatan dibandingkan Idul Kurban tahun 2023 lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada Idul Adha tahun ini, hewan kurban sapi terjual lebih dari 100 ekor. Padahal tahun lalu tidak sampai terjual 80 ekor.
"Sebagian besar sapi dibeli organisasi perangkat daerah (OPD) dan Pak Wali Kota, penjualan tahun lalu 70 ekor dan kali ini naik menjadi sekitar 115 ekor," kata Direktur Utama RPH Fajar Arifianto Isnugroho di Surabaya, Senin (17/6) seperti dikutip dari Antara, Senin (17/6).
Dari ratusan sapi yang terjual tersebut, sekitar 43 diantaranya adalah milik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan berat antara 750 kilogram hingga 1 ton.
Selain itu, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di RPH Surabaya akan dilaksanakan selama tiga hari yaitu sejak 17-19 Juni mendatang.
Fajar menambahkan, per harinya pihak RPH mampu menyembelih sekitar 65 ekor hewan kurban.
Meskipun ada kenaikan jumlah hewan kurban yang dibeli, namun untuk jumlah penyembelihan tahun ini menurun daripada tahun lalu, yaitu dari 130 kali menjadi 120 kali selama tiga hari.
Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan itu adalah meredanya isu penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD). Saat isu dua penyakit itu mencuat, banyak masyarakat yang memotongkan hewan kurbannya di RPH.
"Tahun lalu banyak yang menyerahkan pemotongan ke RPH karena banyak isu penyakit. Untuk biaya jasa potong, kemas, kirim tetap sama di harga Rp 2,5 juta," ujarnya.
Fajar juga menegaskan bahwa pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan saat melakukan penyembelihan hewan kurban untuk menjamin kualitas dan kehalalan daging.
Baca Juga: Apakah Anda Merasa Dia Jatuh Cinta pada Anda? Kenali 5 Tanda yang Mengkonfirmasi Hal Tersebut
Urutannya, saat sapi masuk pertama kali ke RPH, tim dokter hewan langsung mengecek Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal, lalu memeriksa kesehatan hewan kurban dan berlanjut secara rutin hingga hari H Idul Adha.
Saat proses penyembelihan selesai, tim dokter hewan kembali melaksanakan pemeriksaan organ hewan kurban.
"Misalnya di bagian hati sapi ditemukan penyakit atau cacing, kami melakukan pemusnahan. Tetapi sebelumnya kami minta izin terlebih dahulu kepada pengurban," pungkas dia.