JawaPos.com- Beberapa wilayah di Kabupaten Gresik terkenal memiliki nama yang unik. Keunikan nama kampung atau desa itu bukan karena nama wilayah tersebut demikian, melainkan penyebutan dari hal unik di wilayah itu.
Sebagaimana sebutan untuk Gang Asu atau Kampung Asu di Kelurahan Bedilan, Gresik. Sebetulnya, wilayah tersebut merupakan Kampung Bedilan. Namun, karena di gang itu dulunya terdapat anjing yang suka menggonggong, akhirnya masyarakat sekitarnya lebih familiar dengan menyebutnya sebagai Gang Asu.
Gang selebar 3 meter itu berada di Jalan H.O.S. Cokroaminoto. Di sana, rumah-rumah tua khas kawasan Gresik Kota Lama sangat kental. Di jalan tersebut berderet rumah milik warga. Jalannya tembus ke Jalan Samanhudi.
Dulunya, wilayah tersebut banyak dihuni oleh masyarakat Tionghoa. Karena memang masyarakat Tionghoa memiliki toko di Jalan Samanhudi. Ada toko perhiasan, buku, hingga arloji.
Tempat usaha tersebut merupakan ruko memanjang yang bagian depannya menghadap Jalan Samanhudi. Bagian belakangnya masuk Kampung Asu yang sekarang disebut Jalan H.O.S. Cokroaminoto.
’’Dulu, ketika ada orang yang lewat, anjing itu selalu menggonggong. Akhirnya, penyebutan Gang Asu atau Kampung Asu pun muncul,’’ ucap Nizam Zuhri Khafid, seorang budayawan Gresik.
Awalnya, penyebutan itu hanya berlaku bagi warga yang lewat di jalan tersebut. Namun, lama-kelamaan sebutan Gang Asu itu pun menyebar ke masyarakat sampai terkenal hingga saat ini.
Anjing-anjing piaraan masyarakat Tionghoa itu lebih sering bermain di bagian belakang. Dengan demikian, ketika ada orang yang masuk kampung, anjing-anjing tersebut selalu menggonggong. Namun, saat ini anjing itu sudah tidak ada. Meski demikian, masyarakat masih mengingat apabila gang tersebut pernah disebut Gang Asu.