JawaPos.com – Banyak laporan masyarakat yang tiba-tiba tagihan airnya membengkak berkali-kali lipat. PDAM Surya Sembada memastikan tagihan yang besar itu bukan saja soal faktor kenaikan tarif. Namun, ada faktor lain. Salah satunya soal tagihan yang dibebankan saat petugas tidak bisa mencatat pemakaian air sesuai dengan yang tertera di meteran.
Hal itu diungkapkan Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu Cahyono. Menurut dia, pelanggan harus detail saat melihat tagihan yang mereka terima. Bisa jadi ada faktor lain selain kenaikan tarif.
’’Seperti pelanggan yang sebelumnya dilaporkan tagihannya naik hingga Rp 500 ribu. Ternyata, sebelumnya pemakaian airnya tidak bisa dicatat karena meteran itu tertimbun barang-barang milik pelanggan. Akhirnya petugas datang ke sana dan melakukan pembersihan agar meter air bisa terbaca,’’ katanya.
Memang saat kenaikan tarif berlaku, pihaknya sudah menyediakan tempat pengaduan di customer service PDAM Surya Sembada. Kenaikan kunjungan itu hingga dua kali lipat dari jumlah warga yang datang pada hari biasanya. Rata-rata memang menanyakan kejelasan soal kenaikan tarif tersebut.
’’Tetangga saya kena lebih rendah dibandingkan saya. Ternyata katanya listrik saya yang tidak masuk syarat, di rumah daya listrik 1.300 VA,’’ kata pelanggan PDAM Heri Kawitan.
Padahal, syarat lain seharusnya bisa dipenuhi olehnya. Misalnya, akses jalan, NJOP, dan luas rumah. Heri bisa saja mendapat tarif gratis. Namun, sekarang dia harus membayar sampai Rp 10 ribu dari biasanya. ’’Kalau biasanya hanya sekitar Rp 17 ribu,’’ ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Arief menyebut Heri sebenarnya bisa masuk kategori dengan tarif nol rupiah. Apalagi, dia hanya tinggal berdua dengan istrinya. Namun, daya listrik yang tidak masuk kategori MBR tersebut membuatnya tidak memenuhi syarat.
’’Masalah yang sama juga ada di Pagesangan, laporannya soal kategori yang tidak sesuai, padahal rumah kecil dan gangnya tidak lebar. Tapi, di data kami, MCB yang dipakai 16 VA. Itu kami periksa lagi nanti benar tidak listriknya hanya 450 VA atau lebih karena MCB-nya besar,’’ ujarnya.
Arief memastikan, pihaknya terbuka. Pelanggan yang merasa tidak sesuai dengan kondisi yang ada bisa menyanggahnya.
’’Kami akan layani dan pastikan lagi. Hingga sekarang pun, sudah ada 63 pelanggan yang kelompok kelasnya diturunkan. Memang saat penentuan tarif ini, langsung by system, bukan manual,’’ ujarnya.
Kekhawatiran lain dari pelanggan adalah sistem petugas dalam mencatat meteran. Sebab, keluhan yang satu itu juga masih banyak di berbagai wilayah. PDAM memastikan petugas datang ke rumah setiap pelanggan.
JAMINAN PDAM SETELAH KENAIKAN TARIF
- PDAM Surya Sembada mempersilakan warga menyanggah kenaikan tarif.
- Sejak periode pembayaran, jumlah kunjungan warga yang mengeluhkan kenaikan tarif meningkat.
- Rata-rata warga masih bingung dengan tarif tetangga yang berbeda, padahal spesifikasi hampir sama.
- PDAM menjanjikan petugas survei tidak akan melewatkan pencatatan meter tiap pelanggan.