JawaPos.com – Kebakaran di Apartemen Bella Surabaya, Pakuwon Group, membuat Direktur Marketing Pakuwon Grup Sutandi Purnomosidi angkat bicara. Sutandi mengatakan, dugaan penyebab kebakaran yang terjadi di proyek apartemen Bella berasal dari Short Circuit atau korsleting aliran listrik.
“Api di proyek Apartemen Bella Surabaya di kawasan Pakuwon City dari Short Circuit di panel listrik untuk pekerjaan proyek,” kata Sutandi.
Informasi yang diterima JawaPos.com, Command Center Surabaya menyampaikan bahwa pukul 10.36, petugas telah melakukan pembasahan di lantai 5 dan 6. “Situasi sudah kondusif tapi kami masih melakukan cek di lapangan lagi,” tutur petugas command center Surabaya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 08.32, telepon gawat darurat (command center) dari Surabaya berbunyi. Command center mendapatkan informasi jika Apartemen Pakuwon City di Jalan Raya Laguna Kejawaan Tambak Putih, Rabu (21/2), mengeluarkan asap.
Salah satu petugas command center Surabaya memyampaikan bahwa kepulan asap tersebut muncul di proyek pembangunan Apartemen Bella. Tim pemadam pun dikerahkan ke lokasi.
"Total ada sekitar 4 unit pemadam kebakaran," kata petugas Command Center Surabaya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait korban jiwa, petugas itu menyampaikan bahwa belum bisa mengonfirmasi. Yang jelas, lanjut dia, apartemen tersebut belum berpenghuni.
Dikonfirmas terpisah, Direktur Marketing Pakuwon Sutandi Purnomosidi membenarkan kejadian tersebut. Sutandi mengatakan, kebakaran itu terjadi di proyek apartemen Bella Surabaya sekitar pukul 8.30.
"Di proyek Apartemen Bella, ada kebakaran di lantai 6,” kata Sutandi.
Sutandi menyebutkan, pihaknya masih belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut terjadi. Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Bangunan berupa proyek dan belum operasional,” ujarnya.
Ada sekitar 4 mobil damkar berada di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.