JawaPos.com – Masyarakat tak perlu panik saat baru mengaktivasi kartu tanda penduduk (KTP) digital, kemudian handphone (HP) hilang. Sebab, mengurus kembali KTP digital cukup mudah. Warga hanya perlu datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Agus Imam Sonhaji mengatakan, petugas aktivasi dan reaktivasi KTP digital karena HP hilang yang baru dilatih berada di MPP Siola. Untuk petugas di 31 kecamatan, mereka belum mendapat bimbingan teknis lagi terkait reaktivasi.
’’Misalnya, aktivasinya di kantor Kecamatan Wonokromo. Reaktivasinya jangan kembali ke kantor Kecamatan Wonokromo,” kata Sonhaji, Senin (31/10).
Reaktivasi KTP membutuhkan waktu lebih kurang tujuh menit. Data kependudukan dijamin aman karena sistemnya terkunci. Warga hanya perlu membawa berkas laporan keterangan kehilangan dari pihak kepolisian.
Sonhaji mengungkapkan, surat keterangan diperlukan supaya ada validasi dari pihak kepolisian. Alasan lain, menghindari laporan kehilangan fiktif. Menurut mantan kepala bappeko itu, tak jarang ada wajah seseorang yang mirip dengan orang lain. Dengan begitu, diperlukan bukti akurat dalam reaktivasi KTP digital anyar.
Sonhaji menyatakan, hingga kini belum ada masyarakat yang mereaktivasi KTP digital. Untuk jumlah warga yang mengaktivasi KTP digital, angkanya lebih dari tiga ribu orang.
Selain jumlah pemilik KTP digital yang terus menggemuk, Sonhaji menyampaikan bahwa permohonan mengurus KTP elektronik juga bertambah. Per hari mencapai lebih dari 900 pemohon yang masuk ke sistem Klampid. Dia menilai hal itu merupakan fenomena positif yang harus direspons dengan baik. ’’Itu berarti masyarakat mulai sadar administrasi kependudukan. Minimal punya KTP. Tapi, stok blangko belum bisa mengimbangi permohonan sehingga disiasati dengan KTP digital,” papar Sonhaji.
Sementara itu, Afrilin, warga Bulak Banteng yang kemarin mengurus KTP digital, mengatakan bahwa proses pembuatannya cukup mudah. Dia berharap ke depan durasi pelayanan di dispendukcapil bisa lebih dipercepat. ’’Mengurusnya mudah. Tapi, mengantrenya itu agak malas,” katanya. (sam/c7/may)