Namun, hingga kemarin (25/9) belum ada laporan pasti tentang jumlah siswa yang telah tervaksin. Sebab, pelaporan baru bisa dilakukan setelah BIAS tuntas terlaksana. Yakni, sampai akhir Oktober mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo Fenny Apridawati menyatakan, sebenarnya BIAS dimulai pada Agustus. Namun, karena ada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), maka BIAS dimulai bulan ini. Semua puskesmas sejak awal bulan lalu mengunjungi berbagai sekolah untuk memvaksin sasaran.
”Tiap puskesmas memiliki jadwal masing-masing untuk melaksanakan BIAS,” katanya. Lengkap dengan jumlah sasaran yang harus divaksin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sidoarjo dr M. Atho’illah menyebutkan, sasaran terbanyak adalah siswa kelas I yang berjumlah 35.753 anak. Lalu, disusul siswa kelas II sebanyak 35.068 anak dan siswa kelas V dengan jumlah 32.341 anak.
Para siswa bakal mendapat vaksin berbeda sesuai dengan kelas mereka. Ada beberapa jenis vaksin yang disediakan dalam program BIAS. Yaitu, vaksin campak-rubela, difteri tetanus (DT), tetanus difteri (TD), serta human papillomavirus (HPV).
---
Tentang BIAS
- Berjalan mulai September hingga Oktober
- Sasaran: siswa kelas I, II, dan V SD atau MI
- Total sasaran: 103.162 siswa
* Jenis vaksin:
- Kelas I: Campak, rubela, dan difteri tetanus (DT)
- Kelas II: Tetanus difteri (TD)
- Kelas V: Tetanus difteri (TD) dan human papillomavirus (HPV)
Catatan:
Imunisasi DT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri dan tetanus. Sementara itu, imunisasi TD merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi DT agar anak semakin kebal dengan dua penyakit infeksi tersebut.
Sumber: Dinkes Sidoarjo