JawaPos.com- Teka teki kematian Elly Prasetya Ningsih yang ditemukan terbungkus tas besar di area persawahan Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Gresik, kian menunjukkan titik terang. Dari hasil otopsi sementara, dugaan pembunuhan terhadap perempuan asal Lumajang itu kian menguat. Terdapat luka memar pada bagian kepala dan tubuh korban.
Kapolres Gresik AKBP Moch. Nur Azis melalui Kasatreskrim Iptu Wahyu Riski Saputro menjelaskan, luka-luka memar pada tubuh korban itu diperkirakan akibat benda tumpul. ’’Nyaris di sekujur tubuh korban. Terutama pada kepala bagian tengah. Tepatnya, di sisi kanan bawah sekitar 15-20 sentimeter," ujarnya, Kamis (8/9).
Nah, kemungkinan luka-luka pukulan itulah yang membuat korban meninggal dunia. Saat ditemukan warga pada Rabu (7/9), sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi jasadnya sudah mulai bau. Diperkirakan tewas dua hari sebelumnya. Beruntung petugas masih berhasil melakukan identifikasi. Korban merupakan warga Desa Tunjungrejo Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.
Sebelumnya, alumnus Akpol 2015 itu telah menduga bahwa Elly merupakan korban pembunuhan. Selain luka-luka memar, barang-barang korban juga tidak ada yang hilang. Jadi, bukan motif pencurian dengan pemberatan atau kekerasan.
Lalu, lokasi penemuan itu hanya digunakan untuk menyamarkan jejak pelaku. Artinya, setelah dibunuh di sebuah lokasi tertentu, kemudian jasadnya dibuang di tempat lain. "Masih diduga, sembari menunggu hasil visum et repertum jenazah dari rumah sakit. Mohon waktu untuk perkembangan lebih lanjut," tandasnya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos, tim Polres Gresik langsung bergerak cepat untuk mengungkap dugaan kasus pembunuhan tersebut. Termasuk mendatangi tempat asal korban.
Termasuk berkoordinasi dengan Polres Lumajang. Tujuannya, menelisik siapa sosok korban Elly yang mayatnya dibuang itu. Dari beberapa kejadian kasus pembunuhan, ada kemungkinan terduga pelaku tidak lain adalah orang dekat korban.