Namun, data nilai rerata UN itu diambil pada 2019. Sebab, dalam dua tahun terakhir, UN telah ditiadakan dampak pandemi Covid-19. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.
Adapun top 10 SMPN di Kabupaten Gresik berdasarkan nilai rata-rata UN 2019 yang datanya diambil dari puspendik.kemdikbud.go.id adalah sebagai berikut:
- SMPN 1 Gresik 88,44
- SMPN 3 Gresik 75,66
- SMPN 2 Gresik 71,36
- SMPN 1 Sidayu 71,15
- SMPN 1 Kebomas 71,04
- SMPN 1 Cerme 70,79
- SMPN 1 Manyar 67,84
- SMPN 1 Driyorejo 67,61
- SMPN 1 Bungah 65,30
- SMPN 1 Kedamean 65,16
Sementara itu, sebelumnya Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkab Gresik Nur Maslichah mengatakan PPDB akan dibuka mulai bulan depan. Untuk seleksi tahap pertama, dinas pendidikan (dispendik) akan membuka jalur prestasi dan tahfid Alquran.
Pada pelaksanaan PPDB SMP, untuk jalur tahfid siswa-siswi lulusan SD/MI minimal hafal 3 juz Alquran. Apabila dalam uji petik hafalan oleh penguji nanti dinyatakan lolos, maka calon peserta didik baru bisa bebas memilih SMPN sesuai yang diinginkan.
Maslichah mengatakan, berdasarkan data PPDB tahun lalu, jumlah siswa yang ikut jalur tahfid terbilang lumayan. Yakni, ada sekitar 28 siswa. ‘’Karena itu, kami berharap pada tahun ini para siswa juga menggunakan kesempatan masuk ke SMPN dari jalur tersebut,” ujarnya.
Untuk jalur prestasi para siswa mulai sekaran diminta untuk mempersiapkan berkas sertifikat ataupun piagam yang didapat. Sebab, pihaknya akan melaksanakan tahapan verifikasi sertifikat atau piagam prestasi tersebut. Setiap sertifikat ada bobot nilainya. ’’Jalur prestasi ini memiliki bobot 30 persen dari total pagu. Jadi cukup besar,” ucap dia.