← Beranda

Kaleidoskop 2023: Deretan Kasus yang Menggemparkan Warga Surabaya Hingga Sidoarjo

Dimas Nur ApriantoMinggu, 24 Desember 2023 | 14.06 WIB
Caroline Angelica (kiri) semasa hidup. Surat wasiat yang diduga ditulis tangan oleh Caroline Angelica (kanan).

JawaPos.com–Tahun 2023, tak sedikit kasus hukum yang terungkap menggemparkan warga Surabaya hingga Sidoarjo. Apa saja itu?

Terungkap kasus dokter gadungan di salah satu klinik di bawah manajemen RS PHC. Pertengahan September lalu, dunia medis sekaligus pendidikan Indonesia digemparkan dengan kemunculan serta ulah Susanto.

Dia menyamar menjadi dokter alias dokter gadungan dengan bermodal ijazah SMA. Dia memalsukan Surat Tanda Registrasi (STR) menggunakan identitas dokter asli dari Bandung.

Caroline Angelica, mahasiswi FKH Unair yang ditemukan tewas di Sidoarjo.
Caroline Angelica, mahasiswi FKH Unair yang ditemukan tewas di Sidoarjo.

Susanto berpraktik di salah satu klinik karyawan di bawah manajemen RS PHC di Blora, Jawa Tengah. Tepatnya di Klinik K3 PT Pertamina EP IV Cepu.  Dalam sebulan, Susanto menerima gaji lebih kurang Rp 7,5 juta. Susanto menjadi dokter gadungan selama 2 tahun lebih.

Pada Oktober, publik dihebohkan dengan kematian Dini. Perempuan itu tewas setelah dianiaya di Black Hole, Lenmarc, oleh anak anggota DPR Fraksi PKB.

Kematian Dini Sera Afrianti mengejutkan banyak pihak. Dini tewas setelah dianiaya Ronald Tannur, anak dari Edward Tannur anggota DPR Fraksi PKB 2019-2024.

Dini dan Ronald adalah sepasang kekasih. Keduanya menjalin cinta sejak lima bulan lalu. Sebelum tewas, Dini dan Ronald karaoke bareng teman-temannya di Black Hole Lenmarc Surabaya.

Dini dianiaya Ronald seusai karaoke di Black Hole. Penganiayaan itu terjadi sejak keduanya keluar dari ruangan karaoke hingga menuju tempat parkir.

Rekonstruksi kasus penganiayaan Ronald Tannur ada 60 adegan di satu titik saja, Lenmarc Mall Surabaya.

kerabat korban membawa foto korban, mahasiswi Ubaya Angeline Nathania saat persidangan di PN Surabaya hari ini (26/10).
kerabat korban membawa foto korban, mahasiswi Ubaya Angeline Nathania saat persidangan di PN Surabaya hari ini (26/10).

Kasus kematian tragis lain menimpa mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga di salah satu apartemen Sidoarjo pada November.

Bernadette Angelica meregang nyawa sehari sebelum dirinya menjalani sidang profesi sebagai calon dokter hewan di Universitas Airlangga. Kematian dara kelahiran Kediri itu menjadi misteri.

Jasad Bernadette ditemukan di salah satu apartemen di Sidoarjo yang terbengkalai. Bernadette meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Sidang vonis dokter gadungan di salah satu klinik PHC di Pengadilan Negeri Surabaya. Majelis hakim memvonis 3 tahun 6 bulan penjara terdakwa Susanto.
Sidang vonis dokter gadungan di salah satu klinik PHC di Pengadilan Negeri Surabaya. Majelis hakim memvonis 3 tahun 6 bulan penjara terdakwa Susanto.

Kepalanya tertutup kresek lalu ditemukan tabung gas helium yang lengkap dengan selangnya. Selain itu, polisi juga menemukan beberapa lembar surat wasiat yang diduga ditulis Bernadette sendiri sebelum mengakhiri hidupnya.

Sebelumnya, mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) Angeline Nathania tewas dibunuh guru musik pada Juni. Angeline ditemukan tewas di salah satu jurang Pacet, Mojokerto, pada 7 Juni.

Pelaku Rochmad Bagus Apriyana ditangkap pada 8 Juni oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sidang pertama kasus pembunuhan itu digelar pada 26 Oktober. Pengakuan pelaku, korban dicekik hingga tewas.

Rekonstruksi kasus kematian Dini Sera Afrianti di Basemen Lenmarc Surabaya hingga pukul 13.19. Korban meregang nyawa dianiaya Ronald Tannur.
Rekonstruksi kasus kematian Dini Sera Afrianti di Basemen Lenmarc Surabaya hingga pukul 13.19. Korban meregang nyawa dianiaya Ronald Tannur.

Hal itu disebabkan, Rochmad merasa tersinggung dengan omongan korban. Selain itu, menurut pelaku, korban juga tak segera membayar utangnya kepada pelaku.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah