JawaPos.com - Sebanyak 32 makam yang berbahan marmer di Dusun Besuk, Sambungrejo, Sukodono, Sidoarjo mendadak kehilangan nisannya. Nisan berbahan marmer bertulisan nama sosok yang dimakamkan ditemukan dalam kondisi hancur di kebun pisang sisi utara makam.
Saat dicek ke lokasi Selasa (29/8), tampak banyak kertas tertempel di beberapa tiang Dusun Besuk. Selebaran itu berisi imbauan agar pelaku perusakan nisan makam Dusun Besuk mau menyerahkan diri ke pemimpin desa.
Juru kunci makam Dusun Besuk Mohammad Dunyadi mengatakan bahwa kejadian tersebut diketahuinya saat menyapu di sekitar makam pada Senin (28/8) sekitar pukul 06.00. ’’Kerusakannya hanya ada di nisannya, makamnya nggak kebongkar,’’ ujar pria 70 tahun itu.
Dia kaget melihat ada yang berbeda pada makam tersebut. ’’Saya bingung apa yang beda, ternyata nisan makam yang kotak bahan marmer itu hilang,’’ katanya. Kemudian dia melihat ada patahan marmer di sisi utara makam. ’’Pas saya cek, ada nisan makam hancur di antara pohon pisang,’’ tuturnya.
Diketahui, ada satu nisan makam marmer atas nama Nur Chasan yang tersisa. Akhirnya, selepas menyapu dan berberes, pria yang akrab disapa Cak Mad itu melapor ke ketua pengurus makam.
Sekitar pukul 11.00 dia bersama beberapa orang datang ke makam. Saat dicek, rupanya nisan marmer Nur Chasan yang tadinya utuh sudah hancur. ’’Nah, ini saya nggak tahu, apa pelaku sembunyi pas ada saya,’’ ungkapnya.
Selepas itu, pengurus makam dan beberapa warga yang nisan keluarganya hancur langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kades Sambung Rejo. ’’Sudah ada diskusi dengan Kades dan beberapa warga di sana,’’ ujar Kepala Dusun Besuk Susi Ekowati.
Menurut dia, perusakan diduga terjadi pada Minggu malam dan dilakukan dua orang atau lebih. ’’Berat kan pastinya, terus dihancurkan dalam waktu semalam, itu mungkin bisa lebih dari dua orang,’’ jelasnya.
Susi mengatakan, para warga yang nisan keluarganya hancur geram dengan adanya perusakan tersebut. Mereka merasa bahwa pelaku sudah bersikap tidak sopan dan menghina makam keluarganya. ’’Hingga akhirnya tadi pagi ditempel selebaran itu,’’ tuturnya.
Diketahui, beberapa nisan yang dihancurkan merupakan milik almarhum kepala desa terdahulu dengan istrinya. ’’Ada nisan bapaknya muazin, mantan perangkat desa juga dulunya,’’ ungkapnya.
Para warga berencana melaporkan kejadian tersebut ke polisi jika belum ada pelaku yang menyerahkan diri ke pemdes hingga pagi ini (30/8). ’’Rencananya memang begitu,’’ tandasnya. (eza/c7/any)