JawaPos.com – Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti kembali menapaki final ajang badminton level Masters.
Kemarin (1/4) pasangan berakronim PraMel tersebut berhasil menundukkan duo Denmark Mathias Thyrri/Amalie Magelund melalui rubber game (21-15, 22-24, 21-12) di semifinal Spain Masters.
PraMel mendapat perlawanan sengit dari Thyrri/Magelund sejak awal pertandingan. Kejar-kejaran poin terjadi sejak awal game pembuka.
PraMel baru melaju setelah interval dan menutup pertama dengan kemenangan 21-15. Namun, di set kedua, performa PraMel naik turun. Sempat unggul 11-7, di interval justru tersalip hingga 22-24.
Barulah pada game penentuan, PraMel kembali tancap gas. Bahkan sempat unggul 11-1 dan akhirnya menutup laga dengan kemenangan 21-12.
Itu menjadi final pertamanya setelah kali terakhir di Thailand Open 2021. Saat itu PraMel takluk oleh Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanatchai (3-21, 22-20, 18-21).
Di final Spain Masters, pasangan yang kerap dijuluki Honey Couples itu bakal kembali menghadapi duo Denmark Mathias Christiansen/Alexandre Boje.
Itu bakal menjadi pertarungan kelima bagi kedua pasangan. Di mana, PraMel masih unggul head-to-head 3-1.
Pertemuan terakhir terjadi di Indonesia Open 2021. Saat itu PraMel takluk di kandang sendiri dengan skor 21-23, 14-21.
Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin berharap pemain binaannya tersebut bisa meraih juara di Spain Masters.
Sebab, di event-event sebelumnya, mereka kurang mendapatkan hasil maksimal. Di tur Eropa, misalnya. Di tiga turnamen sebelumnya, PraMel terhenti di babak 16 besar German Open dan All England.
Kemudian tersisih di 32 besar Swiss Open pekan lalu. ’’Progresnya jelas ada,’’ bebernya kepada Jawa Pos kemarin.
Kendati demikian, dia menilai PraMel masih perlu meningkatkan kepercayaan diri agar bisa semakin tangguh bersaing di ganda campuran elite dunia.
’’Logisnya bisa kembali masuk ranking yang bisa main di kelas Super 500 ke atas. Jadi masih perlu adaptasi untuk bersaing di level lebih tinggi lagi,’’ ujarnya.
Saat ini PraMel bertengger di ranking ke-47 dunia. Terlebih, Mei mendatang sudah masuk race to Olympic. ’’Harusnya PraMel berada di ranking ke-30 ke atas,’’ paparnya.
Perbaikan target juga digaungkan sang pelatih Vita Marissa.
Sebab, seusai Praveen cedera di Indonesia Masters 2022 di pertengahan tahun, mantan duet Debby Susanto itu absen lama tidak mengikuti pertandingan yang membuat ranking-nya merosot jauh dan terlempar dari 10 besar dunia.