JawaPos.com–Keputusan mengejutkan datang dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait tuan rumah Piala AFF U-17 2026. Ajang internasional kelompok usia itu resmi dipindahkan dari Kalimantan Timur ke Jawa Timur gara-gara persoalan lampu stadion.
PSSI menetapkan Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U-17 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April 2026. Keputusan ini diambil setelah fasilitas stadion di Kalimantan Timur dinilai belum memenuhi standar internasional.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memastikan pertandingan akan dipusatkan di dua stadion utama di Jawa Timur. Dua venue tersebut adalah Stadion Gelora Joko Samudera di Gresik dan Stadion Gelora Delta di Sidoarjo.
”Pertandingan akan difokuskan di Stadion Gelora Joko Samudera (Gresik) dan Stadion Gelora Delta (Sidoarjo),” ujar Yunus di Samarinda, Minggu (1/3).
Penunjukan ini sekaligus menegaskan kesiapan Jawa Timur dalam menggelar turnamen level Asia Tenggara. Di balik keputusan itu, ada persoalan teknis yang tak bisa ditawar.
Stadion-stadion di Kalimantan Timur belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Yunus mengungkapkan kendala utama terletak pada sistem pencahayaan stadion. Salah satu sorotan adalah Stadion Segiri Samarinda yang daya lampu masih di bawah standar minimal untuk laga internasional.
”Masalah utama ada pada pencahayaan. Di Stadion Segiri, daya lampu stadion masih sekitar 900 lux, sedangkan standar AFF minimal 1.200 lux,” ungkap Yunus.
Selisih 300 lux itu menjadi pembeda krusial yang membuat Kalimantan Timur belum bisa lolos verifikasi. Peningkatan kapasitas lampu stadion bukan perkara sederhana. Proses teknis dan administrasi membutuhkan waktu, sementara PSSI dituntut segera memberikan kepastian venue kepada AFC.
Apalagi pengundian atau drawing grup Piala AFF U-17 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6 Maret 2026. Tanpa kepastian stadion yang memenuhi standar, Indonesia berisiko menghadapi kendala administratif di level regional.
Keputusan memindahkan tuan rumah pun tak bisa ditunda. Jawa Timur dipilih karena dinilai paling siap secara infrastruktur dan pengalaman menggelar pertandingan besar.
Stadion Gelora Joko Samudera dan Stadion Gelora Delta sudah terbiasa menjadi lokasi laga penting. Kesiapan teknis, termasuk pencahayaan dan fasilitas pendukung, menjadi pertimbangan utama dalam penunjukan ini.
Meski batal menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 2026, peluang Kalimantan Timur menggelar ajang internasional belum tertutup. Wilayah tersebut tetap masuk dalam proyeksi PSSI untuk agenda-agenda besar berikutnya.
Kalimantan Timur direncanakan menjadi lokasi Kualifikasi Piala AFC. Selain itu, laga uji coba Timnas U-19 pada September mendatang juga diproyeksikan berlangsung di sana.
Tak hanya itu, turnamen persahabatan bertajuk Piala Kemerdekaan juga masuk dalam agenda. Artinya, kepercayaan kepada Kalimantan Timur tetap ada, hanya tinggal menunggu kesiapan fasilitas yang lebih matang.
PSSI juga menyiapkan program pemusatan latihan untuk Timnas U-17 dan U-19 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Di kawasan tersebut sudah tersedia tiga lapangan latihan berstandar internasional dengan fasilitas rumput alami dan sintetis.
Keberadaan fasilitas latihan itu menjadi modal penting bagi pengembangan sepak bola usia muda. IKN diproyeksikan bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga salah satu pusat pembinaan olahraga nasional.
PSSI mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pembenahan sejumlah stadion di Kalimantan Timur. Fokus perbaikan diarahkan ke Stadion Batakan Balikpapan, Stadion Segiri Samarinda, dan Stadion Palaran.
”Secara teknis, Stadion Batakan sudah sangat baik. Namun, Stadion Palaran masih membutuhkan perbaikan signifikan, terutama di area ujung lapangan,” tambah Yunus.
Evaluasi ini menjadi catatan penting agar ke depan tak ada lagi kendala serupa. Langkah tegas PSSI mengalihkan Piala AFF U-17 2026 ke Jawa Timur juga mencerminkan standar yang tak bisa dikompromikan. Ajang internasional menuntut kesiapan infrastruktur sesuai regulasi yang berlaku.
Di sisi lain, penunjukan Jawa Timur sejalan dengan komitmen PSSI mendistribusikan pertandingan tim nasional ke berbagai daerah. Komite Eksekutif (Exco) PSSI mendukung kebijakan ini agar atmosfer sepak bola tak terpusat di satu wilayah saja.
Masyarakat Jawa Timur kini berkesempatan menyaksikan langsung perjuangan skuad Garuda Muda di level Asia Tenggara. Dukungan suporter diharapkan mampu memompa semangat pemain muda Indonesia.
Dengan kesiapan infrastruktur dan pengalaman menggelar laga besar, Jawa Timur diproyeksikan mampu menyukseskan Piala AFF U-17 2026. Turnamen ini juga menjadi panggung penting bagi generasi muda untuk menunjukkan kualitasnya di hadapan publik internasional.
Sementara itu, Kalimantan Timur mendapat pekerjaan rumah untuk segera berbenah. Jika standar pencahayaan dan fasilitas lain terpenuhi, bukan tidak mungkin daerah tersebut menjadi tuan rumah ajang yang lebih besar di masa depan.
Keputusan ini menjadi pengingat tegas pentingnya kesiapan teknis dalam sepak bola modern. Di level internasional, selisih 300 lux saja bisa mengubah peta tuan rumah dan arah kebijakan federasi.