← Beranda

Andalkan Produk EPA! Persebaya Surabaya Didesak Bonek Benahi Kedalaman Skuad Jika Ingin Juara

Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 3 Maret 2026 | 19.30 WIB
Sadida Nugraha produk internal Persebaya Surabaya jadi andalan saat hadapi Persib Bandung. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali jadi sorotan usai gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Persib Bandung. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada Senin (2/3/2026), Green Force harus puas berbagi angka 2-2 di pekan ke-24 Super League 2025/2026 meski sempat unggul lebih dulu.

Hasil itu tak hanya menyisakan penyesalan di lapangan, tetapi juga memantik diskusi panjang di kalangan suporter.

Bonek melalui fanbase @onlinepersebaya mengingatkan manajemen agar tak menutup mata soal kedalaman skuad jika ingin benar-benar berbicara banyak dalam perburuan gelar.

“Kedalaman Pemain: Pemuda EPA Menghadapi Barisan Diaspora,” tulis @onlinepersebaya.

Kalimat itu langsung mengundang perhatian karena menyentil komposisi tim yang musim ini banyak mengandalkan pemain muda dari Elite Pro Academy.

“Pertandingan melawan Persib Bandung semoga menjadi bahan refleksi bagi seluruh elemen Persebaya Surabaya.” Pesan itu menjadi penegasan agar hasil imbang melawan tim sekelas Persib tak sekadar dianggap hasil biasa.

Bonek menilai tim sudah menunjukkan kapasitas untuk bersaing di papan atas. Namun untuk melangkah lebih jauh dan konsisten dalam perburuan gelar, kedalaman skuad serta kualitas di setiap lini tetap menjadi faktor krusial.

“Tim ini sudah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan memberi perlawanan. Namun untuk benar-benar melangkah lebih jauh dan konsisten dalam perburuan gelar, kedalaman skuad dan kualitas di setiap lini tetap menjadi faktor penting.”

Musim ini, Persebaya Surabaya memang berani memberi ruang lebih besar kepada pemain akademi. Langkah itu dinilai progresif dan menjadi investasi jangka panjang klub kebanggaan Kota Pahlawan.

“Memberikan kesempatan kepada pemain akademi adalah langkah progresif yang patut diapresiasi. Tetapi proses butuh waktu.” Bonek sadar regenerasi tak bisa instan, apalagi di kompetisi panjang yang penuh tekanan.

Suporter juga menyoroti beban ekspektasi yang kadang terlalu berat untuk pemain muda. Tidak selalu adil jika talenta belia dituntut tampil matang dan stabil di setiap laga.

“Tidak selalu adil jika kita menuntut pemain belia tampil matang dan stabil di setiap laga, karena perkembangan adalah bagian dari perjalanan.” Pesan itu terasa sebagai bentuk dukungan sekaligus pengingat agar publik lebih bijak.

Meski begitu, Bonek tak menutup fakta starting eleven Persebaya Surabaya musim ini cukup solid. Beberapa pemain asing juga memberi kontribusi signifikan dalam menjaga daya saing tim.

“Sebelas pemain utama mungkin sudah solid, beberapa pemain asing juga memberi kontribusi besar. Namun kompetisi panjang menuntut lebih dari sekadar starting eleven.” Kalimat itu menegaskan pentingnya rotasi dan pelapis sepadan.

Kompetisi sekelas Super League tak hanya soal kualitas pemain inti. Cedera, akumulasi kartu, dan kelelahan akibat jadwal padat menuntut kedalaman tim yang merata.

“Rotasi, konsistensi, dan kedalaman tim seringkali menjadi pembeda antara sekadar bersaing dan benar-benar menjadi juara.” Bagi Bonek, inilah pekerjaan rumah terbesar manajemen Persebaya Surabaya musim depan.

Di sisi lain, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tak menampik kondisi skuadnya memang sedang tidak ideal. Badai cedera memaksa beberapa pemain tampil bukan di posisi aslinya saat menghadapi Persib Bandung.

Tavares tetap mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu bangkit dan menyamakan skor. Ia menilai mentalitas tim patut mendapat pujian meski target tiga poin tak tercapai.

"Kami sebenarnya ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain meski hasilnya seri,” kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Senin malam.

Ucapan itu menegaskan sikap realistis pelatih asal Portugal tersebut.

Menurutnya, laga kontra Persib berjalan terbuka dan kedua tim sama-sama menciptakan peluang. Hasil imbang dinilai cukup merepresentasikan jalannya pertandingan yang intens sejak menit awal.

Terkait pergantian pemain, Tavares mengungkap alasan menarik keluar Milos Raickovic di akhir babak pertama.

Pelanggaran berbahaya di dekat kotak penalti serta kondisi fisik yang menurun membuatnya harus mengambil keputusan cepat.

Ia kemudian memasukkan Gustavo Fernandes dan mendorong Risto Mitrevski lebih ke depan. Langkah itu diambil sebagai antisipasi terhadap keunggulan postur pemain Persib dalam situasi bola mati.

"Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi masuknya pemain bertubuh tinggi dari Persib," ucapnya. Keputusan tersebut didasarkan pada analisis pertandingan Persib sebelumnya yang kerap mencetak gol lewat umpan silang.

Situasi itu makin menegaskan pentingnya kedalaman skuad bagi Persebaya Surabaya. Saat satu-dua pemain tak dalam kondisi terbaik, opsi pengganti harus memiliki kualitas setara agar ritme permainan tak turun drastis.

Hasil imbang melawan Persib seolah menjadi cermin bagi semua pihak. Persebaya Surabaya punya potensi, tetapi tanpa kedalaman tim yang memadai, ambisi juara bisa kembali menjadi wacana tahunan.

Kini bola ada di tangan manajemen untuk menyusun strategi musim depan.

Bonek sudah memberi sinyal, dan publik menunggu langkah konkret agar Persebaya Surabaya tak hanya jadi kuda hitam, melainkan penantang serius gelar juara.

EDITOR: Banu Adikara