← Beranda
PR Besar Persebaya Surabaya Lawan Persib Bandung! Bernardo Tavares Dipaksa Bereskan Finishing
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 28 Februari 2026 | 00.21 WIB
Latihan penyelesaian akhir jadi pekerjaan rumah Persebaya Surabaya jelang laga krusial melawan Persib Bandung di Super League 2025-2026. (Persebaya)

JawaPos.com–Persebaya Surabaya menghadapi ujian serius saat menjamu Persib Bandung di pekan ke-24 Super League 2025/2026. Laga panas ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tapi juga pembuktian apakah Green Force mampu memperbaiki finishing yang masih jadi pekerjaan rumah besar.

Bermain di kandang sendiri, Persebaya Surabaya bermodal kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar. Sementara Persib Bandung datang dengan kepercayaan diri tinggi usai membantai Madura United 5-0 di laga tandang.

Situasi ini membuat tekanan ada di kubu tuan rumah. Jika tak segera berbenah, efektivitas serangan bisa jadi bumerang saat menghadapi tim sekelas Persib Bandung.

Meski meraih poin penuh atas PSM Makassar pada Rabu (25/2), pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tetap memberi catatan tajam. Kemenangan lewat gol semata wayang Gali Freitas pada menit ke-27 belum cukup membuatnya puas.

Menurut Tavares, timnya mampu menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Namun, akurasi tembakan dan penyelesaian akhir masih jauh dari harapan.

Masalah ini terasa krusial karena laga kontra Persib Bandung diprediksi berjalan ketat. Kesalahan kecil dalam memaksimalkan peluang bisa berujung kehilangan poin penting di kandang.

Pelatih asal Portugal itu tak menutup mata atas kelemahan timnya. Dia menegaskan evaluasi terus dilakukan, terutama dalam meningkatkan kualitas sentuhan akhir pemain depan.

”Kami mencoba memulihkan Malik ke sesi latihan minggu lalu dan melakukan serangkaian latihan penyelesaian akhir, tetapi dia justru kembali cedera saat melakukan eksekusi,” ujar Bernardo Tavares.

”Kami selalu mencoba menciptakan situasi menembak untuk meningkatkan akurasi, tetapi kenyataannya kami perlu bekerja lebih keras lagi. Hari ini kita menciptakan banyak peluang namun akurasinya kurang baik. Saya berharap pada pertandingan selanjutnya hal ini bisa teratasi,” lanjut dia.

Pernyataan itu menggambarkan situasi yang tidak ideal di lini depan Persebaya Surabaya. Upaya meningkatkan finishing justru terganggu masalah kebugaran pemain.

Badai cedera memang tengah menghantam sektor serang Green Force. Kondisi ini memaksa tim pelatih memutar otak demi menjaga produktivitas gol.

Bruno Paraiba yang didatangkan pada putaran kedua sebenarnya sempat memberi harapan. Dia mencetak gol debut saat menghadapi PSIM Jogjakarta, namun setelah itu harus menepi karena cedera.

Situasi makin rumit setelah Mihailo Perovic juga mengalami cedera. Padahal, selama ini dia menjadi opsi penting sebagai pelapis di lini depan.

Krisis ini membuat pilihan di sektor penyerangan semakin terbatas. Tavares tak hanya dituntut mencari pengganti, tapi juga memastikan pemain yang tersedia tampil lebih efektif.

Laga kontra Persib Bandung jelas bukan momen yang mudah untuk bereksperimen. Lawan datang dengan mental kuat usai kemenangan besar di kandang Madura United.

Produktivitas lima gol Persib Bandung menjadi alarm serius bagi lini belakang dan lini depan Persebaya Surabaya. Jika pertahanan harus bekerja keras meredam serangan, maka lini depan wajib lebih klinis saat mendapat peluang.

Kemenangan tipis atas PSM Makassar memang memutus tren kurang apik sebelumnya. Namun, satu gol dari sekian banyak peluang tak cukup untuk menghadapi tim papan atas.

Super League 2025/2026 memasuki fase krusial yang menuntut konsistensi. Setiap pertandingan menjadi penentu posisi di klasemen dan peluang bersaing di papan atas.

Dukungan Bonek dan Bonita di stadion tentu diharapkan menjadi energi tambahan. Namun atmosfer kandang tak akan berarti jika peluang emas kembali terbuang sia-sia.

Tavares memahami betul tantangan ini. Ia perlu memastikan sesi latihan benar-benar mampu mengasah insting gol para pemainnya, bukan sekadar menciptakan peluang tanpa hasil.

Persebaya Surabaya sejatinya memiliki kreativitas dalam membangun serangan. Aliran bola ke kotak penalti lawan kerap tercipta, tapi sentuhan terakhir masih kurang tajam.

Inilah PR besar yang harus segera dibereskan sebelum menjamu Persib Bandung. Laga ini bisa menjadi titik balik kebangkitan produktivitas, atau justru mempertegas masalah lama yang belum terselesaikan.

Jika finishing membaik, peluang mengamankan tiga poin terbuka lebar. Namun jika akurasi tembakan masih bermasalah, Persebaya Surabaya berisiko kehilangan momentum penting di hadapan pendukung sendiri.

Kini semua mata tertuju pada bagaimana respons Green Force. Mampukah mereka menjawab tantangan dan membungkam keraguan lewat performa lebih tajam saat menghadapi Persib Bandung?

Waktu persiapan yang tersisa harus dimaksimalkan. Sebab di laga sebesar ini, satu peluang emas bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan penyesalan panjang.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah