Dalam laga kontra Persijap Jepara (21/2), Rachmat Irianto memang mendapat kartu merah. “Jadi, itu adalah kartu merah pertama sejak saya melatih di Persebaya. Tapi, sebelumnya Persebaya sudah mengoleksi enam kartu merah,” kata Tavares pada Senin (21/2) lalu.
Artinya, Green Force sudah mengoleksi tujuh kartu merah. Bersama Persijap Jepara, Persebaya jadi tim dengan kolektor kartu merah terbanyak musim ini.
“Itu terlalu banyak. Kartu merah itu membuat saya frustrasi. Jadi, kami harus mengubah situasi ini,” beber pelatih asal Portugal itu.
Dia pun membandingkan hal itu dengan kondisi saat masih melatih PSM Makassar. “Saya beri contoh, musim lalu saya hanya mendapat satu kartu merah saat melatih salah satu tim di Indonesia (PSM). Jadi, saya pikir kami harus punya rasa tanggung jawab,” tegas Tavares.
Ucapan pelatih 45 tahun itu memang benar. Musim lalu, PSM hanya mengantongi satu kartu merah. Kartu merah itu didapat Balotelli. Tepatnya saat melawan Arema FC pada 22 Februari 2025.
Dia pun berharap para pemain Green Force bisa tampil lebih hati-hati. “Sekarang, saya akan bicara dengan para pemain. Intinya, kami harus lebih baik dalam mengontrol emosi,” terang pelatih kelahiran 2 Mei 1980 tersebut.
Baca Juga: Prediksi Real Madrid vs Benfica: Lupakan Kekalahan di El Sadar, El Real Ingin Men-dobel Benfica
TIM PENGOLEKSI KARTU MERAH TERBANYAK (LIMA BESAR)
Tim — Jumlah KM
-
Persijap Jepara — 7
-
Persebaya Surabaya — 7
-
Madura United — 6
-
Arema FC — 6
-
Persija Jakarta — 6