JawaPos.com–Bernardo Tavares kini siap berikan 200 persen fokus ke Persebaya Surabaya dan melupakan romantisme jelang lawan PSM Makassar. Kondisi ini menjadi penegasan sikap sang pelatih jelang duel panas pekan ke-23 Super League 2025/2026.
Tak ada ruang untuk nostalgia, hanya fokus penuh demi tiga poin di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Rabu (25/2) malam. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memastikan timnya dalam mode siaga penuh menghadapi PSM Makassar. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum kebangkitan setelah dua hasil kurang memuaskan.
Dalam konferensi pers prapertandingan di Stadion GBT Surabaya, Selasa malam, Tavares berbicara lugas dan tanpa basa-basi. Dia sadar lawan yang dihadapi memiliki kualitas serta keuntungan waktu persiapan lebih panjang.
”Besok kami akan bermain melawan tim yang bagus dengan pemain-pemain berkualitas dan mereka memiliki waktu persiapan satu hari lebih banyak daripada kami,” kata Tavares.
Kalimat itu menggambarkan kewaspadaan tinggi yang kini menyelimuti ruang ganti Green Force. Dua laga terakhir menjadi alarm keras bagi Persebaya Surabaya. Evaluasi langsung mengarah pada rapuhnya antisipasi bola mati yang berujung kebobolan krusial.
Empat dari lima gol terakhir yang bersarang ke gawang Persebaya Surabaya lahir dari skema bola mati. Situasi tersebut menjadi fokus utama pembenahan dalam sesi latihan jelang menghadapi PSM Makassar.
Tavares menilai detail kecil seperti positioning, konsentrasi, dan komunikasi antarpemain harus dibenahi. Dia tak ingin kesalahan serupa kembali terulang saat tekanan pertandingan meningkat.
Laga melawan PSM Makassar juga memiliki aroma emosional tersendiri bagi pelatih asal Portugal itu. Dia pernah menangani klub asal Sulawesi Selatan tersebut selama tiga setengah musim di Indonesia.
Meski begitu, romantisme masa lalu tak mengaburkan profesionalismenya. Dia menegaskan komitmen total untuk klub yang kini ditangani.
”Sekarang kami berada di Persebaya dan selama pertandingan saya akan 200 persen profesional serta mencoba memberikan yang terbaik untuk tim kami,” ujar Bernardo Tavares.
Sikap itu sekaligus menutup pintu spekulasi soal konflik perasaan saat bertemu mantan tim. Menurut Tavares, staf pelatih sudah mengantongi analisis kekuatan PSM Makassar. Namun fokus utama tetap tertuju pada kesiapan internal tim sendiri.
Dia ingin para pemain memahami peran masing-masing dan memaksimalkan potensi yang ada. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif ketimbang terlalu larut memikirkan strategi lawan.
Situasi skuad saat ini memang belum ideal. Sejumlah pemain harus menepi akibat cedera, akumulasi kartu, hingga kondisi fisik yang belum sepenuhnya bugar. Kondisi itu membuat opsi rotasi menjadi terbatas. Tavares harus memutar otak agar komposisi tim tetap kompetitif sepanjang 90 menit.
Menurut dia, jawaban atas keterbatasan tersebut adalah peningkatan fokus dan kerja keras. Dia menuntut tambahan dorongan dalam aspek konsentrasi serta jarak tempuh lari di lapangan.
Intensitas permainan menjadi perhatian serius. Para pemain diminta menjaga determinasi sejak menit awal hingga peluit akhir dibunyikan.
”Kami harus percaya pada pemain yang tersedia dan mereka harus menangkap kesempatan itu,” tutur Bernardo tavares.
Pesan itu menjadi suntikan motivasi bagi pemain pelapis yang berpeluang tampil sebagai starter. Kepercayaan diri dinilai sebagai modal penting menghadapi tekanan pertandingan. Apalagi laga akan digelar di hadapan ribuan suporter setia di GBT.
Tavares pun meminta dukungan penuh dari Bonek dan Bonita. Dia ingin atmosfer stadion menjadi energi tambahan, bukan tekanan yang membebani.
Menurut dia, dukungan suporter mampu menjaga mentalitas tim tetap stabil. Terlebih ketika pertandingan berjalan ketat dan penuh tensi.
Persebaya Surabaya memang sedang berada di fase krusial kompetisi. Setiap poin menjadi sangat berarti dalam persaingan papan klasemen BRI Super League 2025/2026.
Laga kontra PSM Makassar bisa menjadi titik balik kebangkitan. Momentum itu ingin dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Tavares dan anak asuhnya.
Tak ada lagi ruang untuk kesalahan elementer, terutama dalam mengantisipasi bola mati. Detail kecil akan menjadi pembeda dalam pertandingan besar seperti ini.
Dengan segala keterbatasan yang ada, Tavares memilih fokus pada solusi ketimbang alasan. Dia ingin timnya menunjukkan karakter kuat di lapangan.
Komitmen 200 persen bukan sekadar slogan. Itu menjadi sikap yang ingin dia tularkan kepada seluruh pemain Persebaya Surabaya.
Pertandingan melawan PSM Makassar pun diprediksi berlangsung sengit dan emosional. Namun bagi Bernardo Tavares, satu hal sudah pasti: profesionalisme di atas segalanya demi kebanggaan Persebaya Surabaya.