← Beranda

Bruno Moreira Buka Suara! Persebaya Tertekan Usai Kekalahan Beruntun, Laga Kontra PSM Makassar Harus jadi Titik Balik!

Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 24 Februari 2026 | 16.07 WIB
Bruno Moreira akui skuad Persebaya Surabaya tertekan jelang menjamu PSM Makassar. (Persebaya)

JawaPos.com — Bruno Moreira buka suara usai kekalahan beruntun Persebaya Surabaya bikin tertekan jelang hadapi PSM Makassar. Sang kapten akhirnya angkat bicara di tengah sorotan tajam setelah performa timnya menurun dalam dua laga terakhir.

Tekanan memang sedang menyelimuti ruang ganti Green Force. Dua hasil minor beruntun membuat atmosfer tim berubah dan tuntutan untuk segera bangkit makin menguat.

Persebaya Surabaya akan menjamu PSM Makassar pada pekan ke-23 Super League 2025/2026.

Duel panas itu digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam, yang diharapkan menjadi panggung kebangkitan tim Kota Pahlawan.

Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi Persebaya Surabaya. Pertemuan dengan PSM selalu sarat gengsi dan menyedot perhatian publik sepak bola nasional.

Kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi pukulan awal yang mengganggu stabilitas tim. Situasi makin terasa berat setelah Persebaya Surabaya kembali tumbang saat menghadapi Persijap Jepara.

Dua hasil negatif tersebut memunculkan tanda tanya besar terhadap konsistensi permainan Green Force. Performa yang belum stabil membuat pertandingan selanjutnya terasa seperti ujian karakter.

Sebagai kapten, Bruno Moreira memahami betul situasi sulit yang sedang dihadapi timnya. Ia tidak menutup mata terhadap tekanan yang kini dirasakan seluruh skuad.

Namun, Bruno memilih merespons tekanan itu dengan optimisme. Ia menegaskan seluruh pemain memendam tekad kuat untuk menghadirkan hasil menggembirakan bagi Bonek dan Bonita.

Menurutnya, dukungan suporter menjadi energi tambahan yang tidak ternilai. Apalagi laga nanti digelar di Gelora Bung Tomo yang selalu menghadirkan atmosfer luar biasa.

Bruno sadar pertandingan melawan PSM bukan perkara mudah. Tim berjuluk Juku Eja dikenal sebagai salah satu kekuatan besar yang punya mental bertanding kuat.

Meski begitu, ia memastikan Persebaya Surabaya tidak akan gentar. Mental tim justru sedang ditempa dalam periode sulit yang menguji daya tahan dan solidaritas antarpemain.

"Tidak mudah melawan PSM, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk menghadapi mereka di GBT," ucap Bruno. Pernyataan itu menjadi sinyal jika ruang ganti Persebaya Surabaya masih menyimpan semangat perlawanan.

Ucapan Bruno juga menggambarkan fokus tim yang kini tertuju penuh pada laga pekan ke-23. Tidak ada ruang untuk terus meratapi kekalahan sebelumnya.

PSM Makassar sendiri datang dengan kondisi yang tak jauh berbeda. Mereka juga menelan dua hasil negatif dalam dua pertandingan terakhir.

Situasi tersebut membuat laga di Gelora Bung Tomo diprediksi berjalan ketat. Kedua tim sama-sama membawa misi bangkit dan memulihkan kepercayaan diri.

Bagi Persebaya Surabaya, laga ini memiliki makna emosional yang kuat. Bermain di kandang sendiri menghadirkan harapan besar untuk mengembalikan senyum para pendukung setia.

Bonek dan Bonita tentu tidak ingin melihat tim kesayangan terus terpuruk. Dukungan penuh dari tribun diharapkan mampu menjadi suntikan moral tambahan bagi Bruno dan kolega.

Tekanan yang datang justru bisa menjadi bahan bakar motivasi. Dalam situasi terdesak, sering kali karakter asli sebuah tim benar-benar terlihat.

Persebaya Surabaya kini berada di titik yang menuntut pembuktian. Laga kontra PSM menjadi momentum ideal untuk menunjukkan respons positif atas kritik yang bermunculan.

Secara mental, para pemain dituntut lebih tenang dan disiplin. Kesalahan-kesalahan kecil pada dua laga sebelumnya tidak boleh kembali terulang.

Bruno sebagai kapten memikul tanggung jawab lebih besar di lapangan. Ia bukan hanya dituntut tampil maksimal, tetapi juga menjaga semangat rekan-rekannya.

Kehadirannya di lini depan diharapkan mampu memberi kontribusi nyata. Gol atau assist darinya bisa menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit.

Persebaya Surabaya tentu ingin memanfaatkan status tuan rumah sebaik mungkin. Gelora Bung Tomo harus menjadi benteng yang sulit ditembus lawan.

Laga melawan PSM Makassar pun terasa seperti garis pemisah. Hasil positif bisa mengangkat moral tim, sementara kegagalan akan memperpanjang tekanan.

Semua mata kini tertuju pada bagaimana respons Green Force. Apakah kekalahan beruntun menjadi beban, atau justru titik balik menuju kebangkitan.

Bruno Moreira sudah menyampaikan tekadnya secara terbuka. Kini saatnya Persebaya Surabaya membuktikan di atas lapangan jika tekanan tidak membuat mereka runtuh.

Pertandingan pekan ke-23 Super League 2025/2026 ini akan menjadi ujian sesungguhnya. Gelora Bung Tomo menanti jawaban, dan publik berharap kebangkitan benar-benar terjadi.

EDITOR: Banu Adikara