← Beranda

Bernardo Tavares Ngeluh Jadwal Padat! Recovery PSM Makassar Lebih Ideal dari Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 24 Februari 2026 | 15.49 WIB
Skuad Persebaya Surabaya dihantui kebugaran jelang hadapi PSM Makassar. (Persebaya)

JawaPos.com — Bernardo Tavares keluhkan jadwal padat jelang laga krusial pekan ke-23 Super League 2025/2026. Waktu recovery PSM Makassar lebih baik dari Persebaya Surabaya, dan situasi ini membuat persiapan Green Force terasa makin berat.

Kekecewaan masih membayangi ruang ganti Persebaya Surabaya selepas hasil kurang memuaskan di markas Persijap Jepara.

Namun kompetisi tak memberi ruang untuk meratapi hasil, karena tiga hari berselang mereka sudah harus menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam.

Duel klasik Persebaya Surabaya melawan PSM selalu menghadirkan tensi tinggi dan atmosfer panas. Kali ini tekanannya berlipat karena tuan rumah masih dibayangi dua hasil negatif yang menggerus kepercayaan diri tim.

Di tengah situasi itu, Bernardo Tavares justru menyoroti aspek yang kerap luput dari perhatian publik. Pelatih asal Portugal tersebut lebih memikirkan kondisi fisik pemain ketimbang menyusun skema taktik yang rumit.

“Saat ini target pertama saya adalah melihat kondisi para pemain, kemudian menganalisa pertandingan melawan Persijap,” ujarnya.

Fokus tersebut menggambarkan prioritas utama tim pelatih yang berpacu dengan waktu sangat terbatas.

Jeda antarpertandingan yang begitu pendek menjadi tantangan serius bagi Persebaya Surabaya. Setelah bertanding di Jepara, skuad harus menempuh perjalanan darat sekitar tujuh hingga delapan jam menuju Surabaya.

Perjalanan panjang itu bukan sekadar melelahkan secara fisik, tetapi juga menguras energi mental pemain. Rasa letih di perjalanan bisa berdampak pada konsentrasi, terutama saat menghadapi laga penting dengan tekanan tinggi.

Situasi makin menantang karena PSM Makassar datang dengan modal recovery lebih panjang. Tim tamu memiliki tambahan waktu istirahat satu hari dibanding Persebaya Surabaya, yang bisa menjadi faktor pembeda di level kompetisi elite.

“Mereka memiliki keuntungan istirahat satu hari lebih banyak dari kami. Sekarang kami akan memiliki mungkin tujuh atau delapan jam perjalanan, itu tidak mudah bagi para pemain,” jelas Tavares.

Keluhan itu terasa masuk akal mengingat detail kecil sering menentukan hasil akhir pertandingan.

Jika ditarik ke belakang, PSM lebih dulu menyelesaikan pekan ke-22 saat menghadapi Persija Jakarta pada 20 Februari 2026. Sementara Persebaya Surabaya baru memainkan laga melawan Persijap Jepara pada 21 Februari 2026.

Selisih satu hari terdengar sederhana, tetapi dalam ritme kompetisi padat artinya sangat krusial. Tubuh pemain profesional memerlukan waktu ideal untuk memulihkan otot, mengembalikan stamina, dan menstabilkan fokus.

Di kompetisi seperti Super League 2025/2026, margin kecil kerap menentukan siapa yang tampil lebih bugar di lapangan. Tim dengan recovery lebih panjang cenderung mampu menjaga intensitas permainan hingga menit akhir.

Persebaya Surabaya kini dihadapkan pada pekerjaan rumah besar dalam waktu singkat. Tim pelatih harus memaksimalkan metode pemulihan agar para pemain siap tempur saat peluit awal dibunyikan.

Bernardo Tavares memahami tekanan yang mengiringi situasi tersebut. Ia tak hanya dituntut memperbaiki performa tim, tetapi juga memastikan kondisi fisik pemain tetap berada di level optimal.

Dalam sepak bola modern, recovery menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi. Latihan ringan, pendinginan, pola makan, hingga manajemen tidur menjadi faktor yang menentukan kesiapan pemain menghadapi laga berikutnya.

Perjalanan darat tujuh hingga delapan jam jelas bukan kondisi ideal jelang pertandingan berat. Getaran kendaraan, waktu tempuh panjang, dan kelelahan akumulatif bisa memengaruhi kebugaran otot pemain.

PSM Makassar berada dalam posisi lebih diuntungkan secara jadwal. Dengan tambahan satu hari istirahat, mereka punya ruang lebih luas untuk memulihkan kondisi sekaligus mematangkan persiapan teknis.

Kondisi ini membuat laga di Stadion Gelora Bung Tomo terasa seperti ujian ketahanan. Bukan hanya adu taktik, tetapi juga adu kebugaran dan manajemen energi sepanjang 90 menit.

Bagi Persebaya Surabaya, dukungan suporter di kandang sendiri diharapkan menjadi suntikan moral tambahan. Atmosfer panas khas Surabaya bisa menjadi energi ekstra untuk menutupi keterbatasan waktu recovery.

Namun semangat saja tak cukup tanpa kondisi fisik prima. Bernardo Tavares menyadari laga ini menuntut keseimbangan antara determinasi dan kesiapan tubuh pemain.

Tekanan semakin terasa karena dua hasil negatif sebelumnya belum sepenuhnya terhapus dari ingatan publik. Pertandingan melawan PSM menjadi momentum penting untuk bangkit sekaligus membuktikan daya tahan mental tim.

Kini sorotan tertuju pada bagaimana tim pelatih memutar otak dalam hitungan hari. Keputusan rotasi, strategi permainan, hingga manajemen menit bermain bisa menjadi penentu arah pertandingan.

Bernardo Tavares keluhkan jadwal padat bukan tanpa alasan, sebab detail waktu recovery sangat berpengaruh di kompetisi seketat ini.

Saat PSM Makassar datang dengan kondisi lebih segar, Persebaya Surabaya harus melawan waktu demi menjaga asa di hadapan pendukung sendiri.

EDITOR: Banu Adikara