← Beranda

13 Kali Kebobolan di Babak Kedua! Alarm Bahaya Bernardo Tavares Jelang Persebaya Surabaya vs PSM Makassar

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 22 Februari 2026 | 20.33 WIB
Persebaya Surabaya wajib evaluasi jelang menjamu PSM Makassar. (Persebaya)

JawaPos.com — 13 kali kebobolan di babak kedua menjadi alarm keras bagi Persebaya Surabaya jelang menghadapi PSM Makassar. Evaluasi besar langsung digulirkan pelatih Bernardo Tavares demi membenahi rapuhnya konsentrasi tim di paruh akhir laga.

Persebaya Surabaya harus segera bangkit setelah ditekuk Persijap Jepara 3-1 pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Kekalahan itu terasa menyakitkan karena dua gol tuan rumah lahir pada babak kedua saat fokus tim mulai goyah.

Kini Green Force sudah ditunggu laga berikutnya pada pekan ke-23 melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026).

Laga kandang itu menjadi momentum penting untuk menebus kegagalan sekaligus memulihkan kepercayaan diri pemain.

Masalah terbesar Persebaya Surabaya musim ini terlihat jelas dari distribusi gol yang bersarang ke gawang mereka. Dari total 23 kebobolan, sebanyak 13 terjadi di babak kedua termasuk injury time.

Rinciannya, Persebaya Surabaya kebobolan tujuh gol pada menit 1-45 dan tiga gol pada menit 45+. Setelah turun minum, gawang mereka jebol 10 kali pada menit 46-90 serta tiga kali pada menit 90+.

Data itu menunjukkan penurunan konsentrasi dan daya tahan mental saat pertandingan memasuki fase krusial. Pola ini berulang dan menjadi pekerjaan rumah serius jelang duel melawan PSM Makassar.

Kekalahan dari Persijap Jepara mempertegas masalah tersebut. Dua gol penentu dicetak Alexis Nahuel Gómez pada menit ke-70 serta Iker Guarrotxena Vallejo pada menit 90+10, keduanya lahir setelah jeda.

Bernardo Tavares tidak menutup rasa kecewanya seusai pertandingan. Pelatih asal Portugal itu menilai anak asuhnya melakukan terlalu banyak kesalahan elementer yang langsung dihukum lawan.

"Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas," kata Tavares.

Sorotan Tavares bukan tanpa alasan karena masalah serupa juga muncul pada laga sebelumnya. Saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, lini pertahanan Persebaya Surabaya kembali kebobolan dari skema bola mati.

Pola berulang itu menjadi alarm bagi tim pelatih. Artinya, celah taktis yang sama terus dimanfaatkan lawan dan belum mampu ditutup secara efektif.

"Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut," ucapnya.

Empat gol dari set piece dalam dua laga terakhir jelas bukan angka kecil. Situasi bola mati yang seharusnya bisa diantisipasi justru menjadi sumber petaka.

Tavares juga menyoroti transisi negatif saat tim kehilangan bola. Menurutnya, momen itu kerap dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan cepat yang berujung gol.

Secara kualitas permainan, Tavares menilai Persebaya Surabaya sebenarnya mampu tampil lebih baik. Namun ia mengakui ritme dan konsistensi tim belum stabil dari satu pertandingan ke pertandingan lain.

"Hari ini kami tidak memainkan pertandingan terbaik. Saya rasa kami sebenarnya bisa bermain lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kadang kami tampil bagus, kadang tidak," jelasnya.

Evaluasi besar-besaran pun mengemuka jelang menjamu PSM Makassar di Gelora Bung Tomo.

Perbaikan koordinasi lini belakang, fokus dalam mengantisipasi set piece, serta konsistensi sepanjang 90 menit menjadi prioritas utama.

Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan yang harus dimaksimalkan. Dukungan Bonek diharapkan mampu memompa semangat pemain agar tampil lebih disiplin dan solid hingga peluit akhir.

PSM Makassar tentu bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Jika kelemahan di babak kedua tak segera dibenahi, Persebaya Surabaya berisiko kembali kehilangan poin dengan pola yang sama.

Karena itu, duel pekan ke-23 bukan sekadar laga biasa. Pertandingan tersebut menjadi ujian mental sekaligus pembuktian hasil evaluasi Bernardo Tavares setelah 13 kali kebobolan di babak kedua musim ini.

Persebaya Surabaya tak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan di Jepara. Seperti ditegaskan sang pelatih, fokus kini hanya satu yakni bangkit dan kembali meraih kemenangan di hadapan publik sendiri.

"Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan," pungkasnya.

EDITOR: Banu Adikara