JawaPos.com — Klasemen terbaru Persebaya Surabaya usai kalah dari Persijap Jepara membuat posisi Green Force kian terancam. Rawan digusur Persita Tangerang, Green Force kini tertahan di papan atas tanpa jaminan aman.
Laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026), menjadi mimpi buruk bagi Persebaya Surabaya.
Mereka takluk 1-3 dari Persijap Jepara dalam duel yang berlangsung panas hingga menit akhir.
Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya tetap di peringkat kelima klasemen sementara dengan 35 poin. Mereka gagal memangkas jarak dari Malut United yang sudah mengoleksi 41 poin di atasnya.
Ancaman datang dari Persita Tangerang yang menguntit di posisi keenam dengan poin sama, 35 angka. Jika Persita menang pada pekan ke-22, posisi Persebaya Surabaya bisa langsung tergeser.
Sejak awal laga, Persebaya Surabaya sebenarnya mencoba mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-11, Gustavo Fernandes Henrique Querino melepaskan tembakan, namun masih diblok bek lawan.
Tekanan berlanjut, meski kartu kuning untuk Toni Firmansyah pada menit ke-14 sedikit mengganggu ritme. Satu menit berselang, Carlos Henrique França Freires dari Persijap mencatatkan tembakan tepat sasaran.
Persebaya Surabaya membalas melalui Jefferson Junio Antonio da Silva pada menit ke-18, tetapi bola melenceng dari target.
Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas juga mencoba peruntungannya di menit ke-22, namun kembali diblok pertahanan tuan rumah.
Persijap tak tinggal diam dan terus menekan pertahanan Green Force. Carlos Henrique França Freires, Rahmat Hidayat, hingga Lucas Morelatto da Cruz bergantian melepaskan tembakan yang beberapa kali masih mampu diredam.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-31. Iker Guarrotxena Vallejo mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima assist dari Lucas Morelatto da Cruz dan membawa Persijap unggul 1-0.
Gol tersebut membuat tempo pertandingan meningkat. Bruno Moreira Soares sempat mendapat peluang pada menit ke-33, tetapi tembakannya belum menemui sasaran.
Hingga babak pertama usai, skor 1-0 untuk keunggulan Persijap tetap bertahan. Persebaya Surabaya mencoba merespons dengan dua pergantian pemain di awal babak kedua.
Toni Firmansyah ditarik keluar dan digantikan Rachmat Irianto pada menit ke-45. Arief Catur Pamungkas juga digantikan Koko Ari Araya demi menambah energi baru di lapangan.
Persebaya Surabaya kembali menekan di awal babak kedua. Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mencatatkan tembakan tepat sasaran pada menit ke-54 setelah mendapat kreasi peluang dari Francisco Israel Rivera Davalos.
Namun momentum tak kunjung berpihak pada tim tamu. Persijap justru menggandakan keunggulan pada menit ke-70 lewat Alexis Nahuel Gómez setelah menerima assist Borja Herrera Gonzalez.
Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat Persebaya Surabaya semakin tertekan. Upaya Bruno Moreira Soares dan Gustavo Fernandes Henrique Querino di menit ke-74 dan ke-78 masih belum membuahkan hasil.
Situasi makin sulit ketika Rachmat Irianto diganjar kartu merah pada menit ke-85. Persebaya Surabaya harus bermain dengan sepuluh pemain di sisa laga yang memasuki tambahan waktu 11 menit.
Harapan sempat muncul pada menit ke-90+3. Bruno Moreira Soares sukses mengeksekusi penalti dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Gol itu membakar semangat Green Force untuk mencari penyama kedudukan. Namun, petaka justru datang di menit ke-90+11 ketika Iker Guarrotxena Vallejo kembali mencetak gol usai menerima assist dari Alexis Nahuel Gómez.
Skor akhir 3-1 menutup pertandingan dramatis tersebut. Persebaya Surabaya harus pulang tanpa poin setelah perjuangan panjang yang berakhir pahit.
Dalam laga ini, Persebaya Surabaya bermain tanpa dua striker andalan mereka, Mihailo Perovic dan Bruno Paraiba. Absennya dua penyerang tersebut terasa signifikan dalam penyelesaian akhir.
Kekalahan ini jelas memengaruhi klasemen terbaru Persebaya Surabaya. Dengan 35 poin, mereka masih tertahan di peringkat kelima dan gagal menempel Malut United di posisi lebih atas.
Situasi semakin pelik karena Persita Tangerang memiliki jumlah poin sama. Jika Persita mampu meraih kemenangan di pekan ke-22, Persebaya Surabaya harus rela turun satu tingkat ke posisi keenam.
Persaingan papan atas Super League 2025/2026 semakin ketat jelang pekan-pekan krusial. Setiap poin kini sangat berarti dalam perebutan posisi terbaik di klasemen.
Persebaya Surabaya dituntut segera bangkit pada laga berikutnya agar tidak terus melorot. Konsistensi dan efektivitas lini depan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Green Force masih memiliki peluang memperbaiki posisi jika mampu meraih kemenangan beruntun. Namun tekanan dari tim-tim pesaing seperti Persita membuat mereka tak boleh lagi terpeleset.
Klasemen terbaru Persebaya Surabaya usai kalah dari Persijap Jepara menjadi alarm keras bagi seluruh elemen tim. Jika tak segera berbenah, ancaman digusur Persita Tangerang bisa menjadi kenyataan dalam waktu dekat.