JawaPos.com — Madura United ditahan imbang Arema FC 2-2 di derbi Jawa Timur pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Duel panas yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (21/2/2026), berlangsung sengit sejak menit awal hingga detik akhir.
Laga bertajuk derbi Jawa Timur ini benar-benar menyuguhkan tensi tinggi dan drama yang mengaduk emosi suporter.
Empat gol tercipta, peluang demi peluang lahir, dan momentum pertandingan berubah drastis hanya dalam hitungan menit.
Madura United membuka ancaman lebih dulu melalui tusukan Gabriel Silva alias Gabi pada menit ke-9. Namun, tendangannya masih melambung dan belum mampu menguji ketangguhan lini belakang Arema FC.
Arema FC merespons lewat Joel Vinicius pada menit ke-14. Sepakannya masih menyamping dari gawang Madura United sehingga skor tetap bertahan 0-0.
Pada menit ke-16, Lulinha mencoba peruntungannya lewat sepakan dari luar kotak penalti. Bola dengan mudah diamankan oleh Ady Satryo yang tampil sigap di bawah mistar.
Iran Junior ikut mencatatkan peluang pada menit ke-20. Sayang, tembakannya juga belum tepat sasaran dan hanya melebar di sisi gawang Arema FC.
Peluang emas sempat menghampiri Madura United pada menit ke-30 melalui Junior Brandao. Berdiri di depan gawang yang sudah kosong, sepakan Brandao justru menyamping dan membuat peluang itu terbuang percuma.
Arema FC tak tinggal diam dan mencoba mengancam lewat bola mati. Tendangan bebas Gustavo Franca pada menit ke-34 masih belum menemui sasaran dan melambung tipis di atas mistar.
Kebuntuan akhirnya pecah di penghujung babak pertama. Madura United unggul 1-0 melalui gol Junior Brandao pada menit 45+1 setelah memaksimalkan umpan Taufik Hidayat yang tak mampu dihalau Ady Satryo.
Gol tersebut sempat memicu kekhawatiran di kubu tuan rumah. Junior Brandao mengalami cedera usai berbenturan dengan kiper Arema FC, menambah drama di menit akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan justru meningkat tajam. Arema FC langsung menyamakan kedudukan lewat gol Dalberto pada menit ke-47.
Tendangan keras Dalberto menghujam deras ke gawang Madura United tanpa mampu dihentikan Diky Indrayana. Skor berubah menjadi 1-1 dan membakar semangat tim tamu untuk terus menekan.
Hanya berselang empat menit, Arema FC kembali mencetak gol dan berbalik unggul 2-1. Joel Vinicius mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-51 setelah memanfaatkan umpan matang dari Dalberto.
Gol cepat itu membuat pertandingan semakin terbuka dan penuh risiko. Madura United dipaksa keluar menyerang demi menghindari kekalahan di kandang sendiri.
Arema FC hampir memperlebar keunggulan pada menit ke-80. Dalberto mendapat peluang emas di depan gawang, namun bola masih bisa ditepis oleh kiper Madura United.
Momen krusial terjadi jelang laga usai. Pada menit ke-87, Madura United akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui sundulan keras Jorge Mendonca.
Gol berawal dari situasi sepak pojok yang dimanfaatkan dengan sempurna. Mendonca memenangi duel udara dan mengarahkan bola ke gawang tanpa mampu dihentikan lini pertahanan Arema FC.
Sisa waktu pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi dengan jual beli serangan. Namun, tak ada tambahan gol hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Hasil imbang 2-2 ini mencerminkan kerasnya persaingan dalam derbi Jawa Timur. Kedua tim menunjukkan determinasi tinggi dan mental pantang menyerah sepanjang 90 menit.
Madura United tampil dengan susunan starter Diky Indrayana, Ferian Maulana, Jorge Mendonça, Nur Diansyah, Taufik Hidayat, Kerim Palic, Iran Junior, Pedro Monteiro, Riquelme Sousa, Junior Brandao, dan Lulinha yang juga menjabat kapten tim.
Di bangku cadangan terdapat Miswar Saputra, Novan Sasongko, Aldo Maulidino, Ahmad Rusadi, Alesandro Nimo, Roger Bonet, Jordy Wehrmann, Aji Kusuma, Ahmad Nufiandani, Giovani Numberi, Ilham Syah, serta Kartika Vedhayanto.
Tim tuan rumah dipimpin pelatih Carlos Parreira yang mencoba menjaga konsistensi permainan anak asuhnya.
Strategi menyerang sejak awal hampir membuahkan hasil maksimal andai sejumlah peluang mampu dikonversi menjadi gol.
Sementara itu, Arema FC menurunkan Adi Satryo, Rio Fahmi, Hansamu Yama sebagai kapten, Walisson Maia, Iksan Lestaluhu, Matheus Blade, Valdeci Moreira, Gustavo França, Gabriel Silva, Joel Vinicius, dan Dalberto.
Deretan pemain cadangan seperti Lucas Frigeri, Julian Guevara, Leo Guntara, Johan Farizi, hingga Dedik Setiawan siap memberi opsi tambahan dari bangku cadangan.
Di bawah arahan pelatih Marcos Santos, Arema FC menunjukkan karakter kuat saat tertinggal lebih dulu. Comeback cepat di awal babak kedua menjadi bukti efektivitas serangan mereka.
Skor sama kuat! Madura United ditahan imbang Arema FC 2-2 di derbi Jawa Timur ini menegaskan sengitnya persaingan Super League musim 2025/2026.
Empat gol, drama cedera, dan duel terbuka menjadi suguhan yang membuat laga ini layak dikenang suporter kedua tim.