JawaPos.com — Persebaya Surabaya tertinggal 1-0 dari Persijap Jepara di babak pertama laga pekan ke-22 Super League 2025/2026 di Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026). Tanpa kehadiran Mihailo Perovic dan Bruno Paraiba, lini depan Green Force terlihat tumpul dan kesulitan menembus pertahanan tuan rumah.
Sejak menit awal, Persijap Jepara langsung tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri. Sementara Persebaya Surabaya mencoba mengimbangi dengan permainan kolektif meski tanpa sosok target man murni di kotak penalti.
Peluang pertama Persebaya Surabaya hadir pada menit ke-11 lewat Gustavo Fernandes Henrique Querino. Namun, tembakannya masih mampu diblok pemain bertahan Persijap.
Alih-alih menekan lebih jauh, Persebaya Surabaya justru mendapat masalah pada menit ke-14. Toni Firmansyah diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran yang menghentikan serangan lawan.
Persijap merespons cepat satu menit berselang. Carlos Henrique França Freires melepaskan tembakan tepat sasaran pada menit ke-15, memaksa lini belakang Persebaya Surabaya bekerja ekstra keras.
Persebaya Surabaya mencoba bangkit lewat Jefferson Junio Antonio da Silva pada menit ke-18. Sayangnya, sepakan yang dilepaskannya masih melenceng dari sasaran.
Tekanan terus dibangun tim tamu. Pada menit ke-22, Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mendapat kesempatan menembak, tetapi kembali kandas setelah bola diblok bek Persijap.
Persijap tak tinggal diam dan justru lebih efektif dalam menciptakan peluang. Menit ke-25, Carlos Henrique França Freires kembali mengancam, namun sepakannya juga diblok pemain bertahan.
Dua menit kemudian, Rahmat Hidayat mencoba peruntungannya. Tembakannya masih bisa diredam, membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga mendekati setengah jam pertandingan.
Menit ke-28 menjadi momen sibuk di kedua kubu. Lucas Morelatto da Cruz dan Carlos Henrique França Freires sama-sama melepaskan tembakan yang berakhir dengan blok dari lini belakang Persebaya Surabaya.
Pada menit yang sama, Milos Raickovic juga mendapat peluang untuk Persebaya Surabaya. Namun, lagi-lagi upaya tersebut belum membuahkan hasil karena tembakannya diblok defender Persijap.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-31 dan membuat stadion bergemuruh. Iker Guarrotxena Vallejo sukses mencatatkan namanya di papan skor untuk Persijap Jepara.
Gol tersebut bermula dari skema serangan rapi yang dibangun dari sisi sayap. Lucas Morelatto da Cruz mengirim assist matang setelah menciptakan peluang pada menit ke-32, lalu diselesaikan dengan tembakan tepat sasaran oleh Iker.
Unggul 1-0 membuat Persijap semakin percaya diri dalam mengontrol tempo permainan. Persebaya Surabaya yang tak punya striker asli terlihat kesulitan mencari penyelesai akhir yang benar-benar klinis di depan gawang.
Persebaya Surabaya sempat merespons cepat dua menit setelah kebobolan. Bruno Moreira Soares melepaskan tembakan pada menit ke-33, tetapi bola masih melenceng dari target meski peluang itu lahir dari kreasi Alfan Suaib.
Upaya lain datang dari Gustavo Fernandes Henrique Querino pada menit ke-36. Namun, lagi-lagi tembakannya hanya berujung blok dari pemain belakang Persijap yang tampil disiplin.
Di sisi lain, Persijap tetap bermain keras namun terkontrol. Rahmat Hidayat harus menerima kartu kuning pada menit ke-38 setelah melakukan pelanggaran yang dinilai cukup keras.
Tambahan waktu dua menit tak mengubah keadaan. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Persijap Jepara atas Persebaya Surabaya.
Starting XI:
Moch. Sendri Johansyah; Firman Ramadhan, Jose Luis Espinosa Arroyo, Diogo Araújo Brito, Rahmat Hidayat; Borja Martinez Sanchez, Wahyudi Setiawan Hamisi, Carlos Henrique França Freires, Borja Herrera Gonzalez, Lucas Morelatto Da Cruz; Iker Guarrotxena Vallejo
Ernando Ari Sutaryadi; Jefferson Junio Antonio Da Silva; Leonardo Silva Lelis; Gustavo Fernandes Henrique Querino, Arief Catur Pamungkas; Milos Raickovic, Toni Firmansyah, Bruno Moreira Soares, Francisco Israel Rivera Davalos, Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas; Alfan Suaib
Absennya Mihailo Perovic dan Bruno Paraiba benar-benar terasa dalam 45 menit pertama ini.
Persebaya Surabaya memang mampu menciptakan sejumlah peluang, tetapi tak punya striker asli membuat sentuhan akhir mereka kurang tajam dan mudah dipatahkan.
Babak kedua menjadi ujian mental bagi Green Force jika ingin membawa pulang poin dari Gelora Bumi Kartini.
Persijap Jepara sudah menunjukkan efektivitas dan ketenangan, sementara Persebaya Surabaya dituntut menemukan solusi cepat agar tak pulang dengan tangan hampa.