← Beranda

Pilih Berhati-hati! Ketum PSSI Erick Thohir Tanggapi Oknum Suporter Persib Bandung Masuk Lapangan Usai Lawan Ratchaburi FC

Dimas Ramadhan WicaksanaSabtu, 21 Februari 2026 | 18.26 WIB
Bojan Hodak (kaos merah) berusaha menenangkan suporter yang masuk ke Lapangan GBLA. (Dok. Persib)

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menanggapi insiden kericuhan yang dilakukan oleh oknum suporter Persib Bandung usai laga fase gugur AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Ratchaburi FC. Ia memilih berhati-hati dalam berbicara.

Duel Persib vs Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung, dalam laga leg kedua babak 16 besar ACL Two 2025/2026 jadi sorotan tajam publik sepak bola Asia dalam beberapa hari terakhir. Ini semua dikarenakan adanya kericuhan oknum suporter tuan rumah.

Sejumlah penonton semula melakukan banyak pelemparan barang-barang tak perlu ke lapangan. Mereka kemudian menerobos masuk ke lapangan tepat setelah wasit meniup peluit panjang laga yang berakhir dengan skor 1-0.

Bahkan, para oknum suporter Persib tersebut sampai merusak fasilitas papan iklan, menendang fotografer, hingga mengejar wasit Majed Mohammed Alshamrani dan perangkat pertandingan lain hingga ke lorong menuju ruang ganti.

Rentetan kejadian itu diyakini luapan kekecewaan suporter tuan rumah. Sebab, Persib Bandung tersisih dari ACL Two 2025/2026 lantaran secara agregat kalah 1-3 dari Ratchaburi FC. Tapi, kekecewaan itu tak bisa dibenarkan sehingga kericuhan tersebut menuai kecaman banyak pihak.

Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI menanggapi kejadian tersebut. Ia menyayangkan karena seharusnya insiden itu tak perlu terjadi.

"Ya, saya tentu yang bilang, kejadian-kejadian seperti ini perlu diantisipasi," kata Erick Thohir di Kantor Kemenpora RI, Jumat (20/2).

Namun, Erick Thohir enggan berbicara banyak menanggapi itu. Menurutnya, yang bisa dilakukan saat ini adalah menunggu kabar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terlebih dahulu dalam menyikapi kericuhan oknum suporter Persib Bandung.

"Tapi kita tunggu dari AFC-nya sendiri seperti apa penilaiannya," jelas Erick Thohir yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI.

"Tentu itu ada wilayah yang lebih tinggi lagi yang saya mungkin tidak mau berkomentar sebelum sanksinya," tambahnya.

Kekecewaan terhadap aksi kericuhan sebenarnya sempat diutarakan oleh Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Ia murka karena para oknum suporter tersebut mencoreng penggemar Persib lain yang ada di atadion.

"Di sini kita punya 30.000 penggemar. 29.900 penonton sangat fantastis. Tidak mudah bermain ketika kita memiliki jumlah penggemar sebanyak ini," kata Bojan Hodak usai pertandingan.

Baca Juga: Move On dari Ratchaburi FC, Sergio Castel Siap Bawa Persib Bandung Juara Super League!

"Anda bisa melihatnya jika Anda ingat Bangkok United, mereka tidak tahu siapa diri mereka di babak pertama. Hari ini juga Ratchaburi takut bermain di babak pertama, itu tidak mudah. ​​Ini adalah keuntungan besar kita," imbuh dia.

Menurut Hodak, suporter yang membuat kericuhan di GBLA adalah kelompok kecil dan tidak mencerminkan mayoritas pendukung Persib yang hadir di stadion secara langsung.

"Tapi ada 100 orang yang merusak semua ini. Yang datang ke sini dan mengadakan pesta pribadi mereka. Jadi yang ini, menurutku para penggemar perlu menyelesaikannya sendiri. Karena lagi-lagi kita akan didenda karena 100 orang. Atau kurang dari 100 orang. Mereka meneror semua orang," jelas Hodak.

"Jadi yang ini bisa Anda bicarakan, Anda bisa sebutkan, Anda bisa tulis tentang ini. Selain itu, 29.900 sisanya fantastis. Fantastis. Ini bukan lawan sembarangan yang datang ke sini, ini adalah keuntungan besar kami saat bermain di sini," pungkasnya.

 

EDITOR: Hendra