← Beranda
Persebaya Surabaya Bisa Curi Start! Mario Lemos Ungkap Kelemahan Persijap Jepara Jelang Laga di Gelora Bumi Kartini
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 21 Februari 2026 | 15.16 WIB
Persijap Jepara punya kelemahan yang bisa jadi keuntungan bagi Persebaya Surabaya. (Dok. Persijap)

JawaPos.com - Mario Lemos yang mengungkap kelemahan Persijap Jepara jelang menjamu Persebaya Surabaya di Gelora Bumi Kartini jadi sorotan jelang bentrok panas pekan ke-22 Super League 2025/2026. Duel Sabtu (21/2) ini (kickoff 20.30 WIB) dipastikan menyajikan tensi tinggi bagi tuan rumah yang sedang berjuang keluar dari zona merah.

Persijap Jepara memang tidak dalam posisi ideal saat menjamu Persebaya Surabaya. Laskar Kalinyamat masih tercecer di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 15 poin dari 21 laga. Sementara itu, Green Force kini bertengger di posisi kelima dengan raihan 35 poin.

Meski begitu, kepercayaan diri tetap terpancar dari kubu tuan rumah. Laga ini juga spesial karena menjadi debut kedua Mario Lemos sebagai pelatih kepala Persijap setelah kembali bertukar posisi dengan Divaldo Alves yang kini menjabat Direktur Teknik.

Mario Lemos sadar betul laga melawan Persebaya Surabaya bukan ujian ringan. Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan kesiapan timnya menghadapi tantangan besar tersebut.

“Persiapan tim sangat baik. Laga lawan Persebaya adalah pertandingan tak mudah. Namun yang pasti, semua pemain sudah tahu tugasnya masing-masing. Semua pemain siap untuk pertandingan besok,” kata Mario Lemos pada sesi Pre Match Press Conference, Jumat (20/2) malam.

Kesiapan itu bakal diuji setelah Persijap baru saja menelan kekalahan telak 0-4 dari Malut United di Ternate pada laga sebelumnya. Hasil tersebut jadi alarm keras bagi Mario Lemos untuk segera membenahi sektor pertahanan dan transisi permainan.

Empat gol yang bersarang ke gawang Persijap menunjukkan ada celah serius yang harus ditutup. Terutama dalam hal transisi bertahan ke menyerang maupun sebaliknya yang dinilai belum berjalan seimbang.

“Di laga terakhir, kita kebobolan empat gol. Ini jadi pekerjaan rumah. Kita harus bisa bertahan, menyerang juga transisi dengan sama baiknya. Kita harus mencetak gol dan tentu kita ingin menang,” ucap Mario Lemos lagi.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pengakuan terbuka soal kelemahan Persijap Jepara. Transisi yang buruk bisa dimanfaatkan tim sekelas Persebaya Surabaya untuk mencuri start dan mengontrol jalannya pertandingan sejak awal.

Persebaya Surabaya dikenal memiliki kecepatan dan organisasi permainan yang rapi saat melakukan perubahan dari bertahan ke menyerang. Jika Persijap lengah, bukan tidak mungkin Green Force mampu menghukum lewat serangan balik cepat atau pressing agresif sejak menit pertama.

Faktor mental juga jadi sorotan dalam laga ini. Berada di papan bawah sering kali membuat tekanan meningkat, apalagi setiap poin kini terasa sangat krusial bagi Persijap untuk bertahan di kasta tertinggi.

Namun, Mario Lemos mencoba menggeser fokus anak asuhnya pada perbaikan internal. Ia ingin timnya tampil lebih solid, disiplin, dan berani mengambil inisiatif saat memiliki peluang.

Baca Juga: Rekor Buruk Persijap Jepara di Kandang! Enam Kekalahan Bikin Francisco Rivera Optimis Persebaya Surabaya Raih Kemenangan

Selain aspek teknis, laga ini juga bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan soal kebugaran pemain yang harus bertanding malam hari setelah menjalani puasa.

Mario Lemos menilai situasi itu bukan kendala berarti. Menurutnya, kedua tim berada dalam kondisi yang sama sehingga faktor fisik tidak bisa dijadikan alasan.

“Kalau bicara tentang momen bulan puasa, lawan juga tentu merasakan hal yang sama. Banyak pemain Persebaya yang juga menjalani puasa,” ujar Mario Lemos menjelaskan.

“Ini juga bukan untuk pertama kalinya saya kerja dengan kondisi seperti ini karena sempat di Malaysia atau Bangladesh dan kini di Indonesia.”

“Saya rasa ini tidak akan jadi kendala dan yakin pemain tetap punya mental kuat dalam menjalankan kewajibannya meski mereka berpuasa pada siang harinya.”

Pengalaman melatih di berbagai negara dengan kultur serupa membuatnya lebih tenang menghadapi situasi ini. Ia percaya profesionalisme pemain akan tetap terjaga dan tidak mengurangi determinasi di atas lapangan.

Duel Persijap Jepara kontra Persebaya Surabaya di Gelora Bumi Kartini pun diprediksi berlangsung sengit. Satu sisi, tuan rumah ingin bangkit dan menebus kekalahan pahit dari Malut United, di sisi lain Persebaya Surabaya mengincar tiga poin untuk menjaga posisi di papan atas.

Bagi Persijap, laga ini bukan sekadar pertandingan pekan ke-22. Ini soal harga diri, momentum kebangkitan, dan upaya keluar dari tekanan zona merah yang terus membayangi.

Sementara bagi Persebaya Surabaya, peluang mencuri start lewat kelemahan transisi Persijap bisa menjadi kunci kemenangan. Jika mampu memanfaatkan celah itu, Green Force berpeluang membawa pulang poin penuh dari Jepara.

Semua mata kini tertuju pada strategi Mario Lemos yang baru kembali memimpin dari pinggir lapangan.

Apakah ia mampu menutup kelemahan Persijap Jepara dan menggagalkan Persebaya Surabaya mencuri start menang di Gelora Bumi Kartini, atau justru sebaliknya? Jawaban akan tersaji Sabtu malam nanti!

EDITOR: Hendra