← Beranda
Terbongkar! Alasan Krusial Persijap Jepara Tukar Peran Pelatih Kepala Jelang Duel Panas Kontra Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 20 Februari 2026 | 15.31 WIB
Persijap Jepara siap tancap gas hadapi Persebaya Surabaya. (Dok. Persijap)

 

JawaPos.com - Akhirnya alasan Persijap Jepara ganti pelatih kepala jelang hadapi Persebaya Surabaya terjawab. Manajemen Laskar Kalinyamat melakukan langkah mengejutkan dengan menukar posisi dua sosok vital hanya beberapa hari sebelum laga krusial Super League 2025/2026.

Keputusan ini muncul saat posisi Persijap Jepara belum juga membaik di papan klasemen sementara. Tekanan untuk segera bangkit membuat manajemen bergerak cepat demi menjaga asa bertahan dan bersaing di kasta tertinggi.

Persijap resmi menunjuk kembali Mario Lemos sebagai pelatih kepala. Sementara Divaldo Alves yang sebelumnya memimpin tim utama kini mengemban peran baru sebagai direktur teknik.

Pertukaran peran ini diumumkan secara resmi pada Selasa malam, 17 Februari 2026. Waktu pengumuman terbilang mepet karena Persijap akan menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-22, Sabtu 21 Februari 2026.

Langkah tersebut bukan sekadar pergantian biasa di kursi pelatih. Manajemen menyebut keputusan ini bagian dari komposisi strategis yang telah dirancang secara matang sejak awal musim.

Dalam keterangan resminya, manajemen menegaskan arah kebijakan klub tetap berada di jalur jangka panjang.

“Penunjukan ini bukanlah sebuah awal yang baru, melainkan kelanjutan dari rencana jangka panjang yang telah disusun untuk memperkuat fondasi tim, baik dari sisi teknis, pengembangan pemain, maupun kesinambungan filosofi permainan,” demikian bunyi keterangan resmi manajemen Laskar Kalinyamat.

Artinya, pergantian ini bukan reaksi spontan akibat hasil pertandingan semata. Ada skema besar yang ingin dijaga agar struktur teknis klub tetap selaras dari level atas hingga pembinaan.

Mario Lemos dinilai sosok yang tepat untuk kembali memegang kendali tim utama. Pengalamannya di ranah teknis diharapkan mampu memberi dampak instan pada performa tim dalam waktu singkat.

Sebagai pelatih kepala, Mario Lemos bertanggung jawab penuh atas persiapan, strategi, dan performa tim di kompetisi. Dia dituntut memaksimalkan potensi skuad serta membangun karakter permainan yang kuat, disiplin, dan konsisten.

Pergantian ini sekaligus memberi penegasan pembagian peran yang lebih tegas di tubuh Persijap Jepara. Fokus Mario Lemos ada di lapangan, sementara Divaldo Alves bergerak di balik layar untuk memperkuat fondasi teknis klub.

Dalam peran barunya sebagai direktur teknik, Divaldo Alves memikul tugas tak kalah penting. Dia akan mengawal pengembangan struktur teknis secara menyeluruh dan memastikan sinkronisasi filosofi bermain dari tim utama hingga level pembinaan.

Baca Juga: Ungkapan Jujur Francisco Rivera! Persebaya Surabaya Dihantam Badai Cedera Jelang Hadapi Persijap Jepara

Posisi direktur teknik menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan visi klub. Dengan pengalaman dan visi strategis yang dimiliki, Divaldo diharapkan mampu memastikan arah pembangunan tim tetap terarah dalam jangka panjang.

Manajemen menilai kombinasi ini sebagai komposisi ideal untuk membawa Persijap lebih kompetitif. Kolaborasi antara kepemimpinan Mario Lemos di tim utama dan peran strategis Divaldo Alves di level struktural diyakini saling melengkapi.

Manajer Persijap, Egat Sacawijaya, tak menutup alasan di balik langkah berani tersebut. Dia menyebut penunjukan ini bagian dari keseriusan klub membangun kekuatan secara berkelanjutan.

“Penunjukan ini merupakan wujud keseriusan kami dalam membangun Persijap secara berkelanjutan. Kami percaya Mario Lemos memiliki kapasitas kepemimpinan dan kualitas teknis untuk membawa tim tampil kompetitif di setiap pertandingan,”ucap Egat.

“Sementara Divaldo Alves akan memastikan fondasi teknis klub tetap kuat dan terarah. Ini bukan tentang perubahan semata, melainkan tentang kesinambungan dan penguatan struktur yang sudah kami rancang sejak awal.”

Pernyataan itu menegaskan pergantian pelatih kepala bukan keputusan emosional. Manajemen ingin memastikan struktur tetap solid sekaligus memberi sentuhan baru di sisi teknis menjelang laga penting.

Duel kontra Persebaya Surabaya menjadi ujian pertama bagi Mario Lemos setelah kembali ke kursi pelatih. Laga pekan ke-22 itu dipastikan sarat tekanan karena hasilnya bisa memengaruhi posisi Persijap di klasemen.

Momentum pertandingan kandang dimanfaatkan sebagai titik balik kebangkitan. Manajemen berharap sentuhan taktik dan kepemimpinan Mario mampu memicu semangat baru di ruang ganti.

Di sisi lain, peran Divaldo Alves sebagai direktur teknik memberi ruang bagi klub untuk berpikir lebih strategis. Struktur yang lebih rapi diharapkan membuat proses pengembangan pemain dan filosofi permainan berjalan lebih konsisten.

Langkah Persijap Jepara ganti pelatih kepala jelang hadapi Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusan klub menghadapi situasi sulit. Manajemen tak ingin sekadar bertahan, melainkan membangun fondasi kuat agar tetap kompetitif di level tertinggi sepak bola nasional.

Kini, sorotan tertuju pada bagaimana komposisi baru ini bekerja di lapangan. Publik Jepara menanti jawaban nyata dari keputusan besar yang sudah diumumkan secara terbuka tersebut.

EDITOR: Hendra