← Beranda

Tekad Andhika Ramadhani Bangkit di Bulan Ramadhan! Persebaya Surabaya Fokus Bungkam Persijap Jepara

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 19 Februari 2026 | 22.25 WIB
Andhika Ramadhani siap fokus bawa Persebaya Surabaya melawan Persijap Jepara. (Persebaya)

JawaPos.com — Persiapan Andhika Ramadhani di bulan Ramadhan pilih fokus latihan di Persebaya Surabaya jelang lawan Persijap Jepara menjadi sorotan utama menjelang pekan ke-22 Super League 2025/2026. Kiper andalan Green Force itu memastikan dirinya dan rekan-rekan setim tetap disiplin menjalani program latihan meski sedang berpuasa.

Momentum Ramadhan kali ini datang di tengah situasi yang tidak sepenuhnya ideal bagi Persebaya Surabaya. Pada pekan sebelumnya, mereka harus menelan kekalahan pahit 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Hasil tersebut sekaligus memutus catatan impresif 13 pertandingan tanpa kekalahan yang sebelumnya dirajut dengan konsisten.

Rekor itu menjadi salah satu modal penting Persebaya Surabaya dalam menjaga posisi di papan atas klasemen.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, skuad asuhan Bernardo Tavares langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya.

Tantangan berikutnya tidak ringan karena mereka harus menjalani laga tandang menghadapi Persijap Jepara di pekan ke-22.

Dalam situasi seperti ini, peran pemain senior dan pilar utama seperti Andhika Ramadhani menjadi krusial. Ia menegaskan seluruh pemain siap mengikuti arahan tim pelatih terkait program latihan selama Ramadhan.

"Kami mengikuti arahan pelatih saja. Kalau di bulan biasa mungkin intensitas latihan lebih tinggi dibanding bulan Ramadhan. Di bulan puasa juga tidak memungkinkan latihan dengan intensitas tinggi, kecuali kalau latihan malam seperti tahun-tahun sebelumnya," tutur Andhika.

Pernyataan itu menggambarkan adaptasi yang harus dilakukan tim selama menjalani ibadah puasa. Intensitas latihan tidak bisa disamakan dengan periode di luar Ramadhan demi menjaga kondisi fisik tetap prima.

Andhika juga menekankan timnya sudah terbiasa menghadapi situasi serupa setiap tahun. "Jadi insyaallah kami sudah terbiasa menjalani itu saat Ramadhan," pungkasnya.

Pengalaman menjalani kompetisi di bulan suci menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya. Adaptasi ritme latihan dan pengaturan energi menjadi kunci agar performa tidak menurun saat pertandingan resmi.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, ikut memberi perhatian khusus terhadap program latihan Ramadhan. Pelatih asal Portugal itu menegaskan kekalahan dari Bhayangkara harus dijadikan motivasi tambahan.

Ia ingin timnya segera bangkit dan tidak kehilangan momentum positif yang sudah dibangun sejak awal musim. Persiapan menghadapi Persijap Jepara pun dirancang lebih terukur agar kondisi pemain tetap terjaga.

"Kami akan berusaha menjaga situasi ini supaya tidak ada pemain yang cedera. Karena kalau tidak makan dan tidak minum, intensitas latihan tidak bisa terlalu tinggi. Jadi kami akan mencoba mengontrol hal tersebut," ujar Bernardo.

Penyesuaian program latihan menjadi langkah realistis yang diambil tim pelatih. Fokus utama bukan hanya taktik, tetapi juga manajemen fisik pemain selama menjalani puasa.

Bernardo tidak ingin ambil risiko dengan memaksakan latihan berintensitas tinggi di siang hari. Stabilitas kondisi pemain menjadi prioritas agar tidak muncul cedera yang merugikan tim di fase krusial kompetisi.

Selain fisik, aspek mental juga menjadi perhatian dalam persiapan Persebaya Surabaya di bulan Ramadhan. Kekalahan terakhir harus direspons dengan sikap profesional dan semangat bangkit.

Bernardo berharap anak asuhnya mampu menjaga konsistensi sejak menit awal hingga akhir pertandingan. Apalagi laga kontra Persijap Jepara menjadi ujian pertama Persebaya Surabaya di bulan Ramadhan musim ini.

"Itu tidak akan mudah, tapi saya yakin tim akan berusaha," imbuhnya. Optimisme tersebut menjadi sinyal kuat jika Persebaya Surabaya tidak ingin kembali terpeleset.

Bagi Andhika Ramadhani, Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan standar performa. Justru momentum ini ingin dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat mental dan kekompakan tim.

Kiper yang menjadi salah satu figur penting di lini pertahanan itu sadar tanggung jawabnya semakin besar. Ia harus memastikan lini belakang tetap solid demi mengamankan poin penting di laga tandang.

Persiapan Andhika Ramadhani di bulan Ramadhan mencerminkan profesionalisme pemain dalam menghadapi tantangan kompetisi.

Latihan yang terkontrol, disiplin menjaga kondisi, serta komunikasi intens dengan pelatih menjadi fondasi utama.

Duel melawan Persijap Jepara diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim sama-sama mengincar hasil maksimal. Persebaya Surabaya tidak ingin kehilangan poin lagi setelah rekor tak terkalahkan mereka terhenti.

Ramadhan kali ini menjadi ujian sekaligus peluang bagi Green Force untuk menunjukkan kedewasaan sebagai tim papan atas. Respons terhadap kekalahan akan menjadi tolok ukur karakter tim di sisa musim.

Dengan pengalaman menjalani kompetisi di bulan puasa dan arahan jelas dari tim pelatih, Persebaya Surabaya menatap laga tandang dengan penuh kewaspadaan.

Semua mata kini tertuju pada bagaimana Andhika Ramadhani dan kolega menjawab tantangan di lapangan.

EDITOR: Banu Adikara